Market Flash eTrading

Jakarta – Dow Jones: Pasar saham US melemah setelah laporan mengenai berkurangnya jumlah pekerja pada bulan ini dan aktivitas bisnis yang tumbuh kurang dari estimasi.

Jakarta – Dow Jones: Pasar saham US melemah setelah laporan mengenai berkurangnya jumlah pekerja pada bulan ini dan aktivitas bisnis yang tumbuh kurang dari estimasi. Cisco Sytem Inc., Microsoft Corp. dan DuPont Co. memimpin pelemahan bursa AS. Indeks S&P 500 turun 0.3% ke level 1,169.43, sementara indeks Dow Jones Industrial Average melemah 50.79 poin (-0.5%) ke level 10,856.63.

Regional Pagi: Bursa saham Asia menguat menyusul pelemahan yen, naiknya harga-harga komoditas, dan meningkatnya kepercayaan pada sejumlah perusahaan manufaktur terbesar di Jepang. Nissan Motor Co.,(+0.9%) setelah yen melemah ke level terendah dalam hamper 3 bulan VS dolar.

BHP Billiton Ltd., (+0.7%) di Sydney. Lihir Gold Ltd. (+31%) setelah perusahaan menolak tawaran takeover dari Newcrest Mining Ltd. CSR Ltd. (+7.3%) setelah Bright Food Group Co., perusahaan makanan terbesar Shanghai menaikkan penawarannya atas perusahaan. S&P/ASX 200 (+0.5%) 4,897 Nikkei 225 (+0.5%) 11,142 Kospi (+0.58%) 1,702 STI (+0.4%) 2898

Commodity: Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan mei turun 47 sen (-0.6%) ke level US$ 83.29 per barrel, setelah sbelumnya berada pada titik tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh bertambahnya persediaan dan melemahnya US dollar. Crude Oil (-0.4%) $83.4/bbl, Gold (+0.1%) $1,115/oz, CPO (-0.2%) 2,569RM/MT, Nickel (+2.6%) $24,995/MT, TIn (+0.4%) $18,450/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Ekspor RI ke Tiongkok Melonjak 85%

Menteri Perdagangan (Mendag) Marie Elka Pangestu menyatakan ekspor Indonesia ke Tiongkok melonjak 85% pada Januari 2010 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari US$ 580,8 juta menjadi US$ 1,07 miliar. Sebagian besar ekspor tersebut merupakan produk non migas sebesar US$ 1,01 miliar dan migas US$ 65,74 juta.

Economic: Rupiah jangan terlalu kuat

Penguatan rupiah bukanlah prestasi, melainkan sebuah ancaman bagi perekonomian. Indonesia harus berani melemahkan rupiah untuk meningkatkan daya saing industri dan menciptakan lapangan kerja. Dengan rupiah menguat hingga 9.000 per dollar AS seperti yang terjadi sekarang ini justru membuat Indonesia tidak kompetitif. Menurut Professor Economics Emeritus Boston University Gustaf F Papanek, level Rp 9.000 akan membuat eksportir Indonesia tidak bisa bersaing. Padahal saat ini Indonesia memiliki momentum tepat untuk membangkitkan kembali industri dengan merebut pasar ekspor dunia. Akibat China sebagai penguasa pasar dunia mengalami tekanan kenaikan biaya tenaga kerja.

Economic: Jual Sukuk, Pemerintah Dapat Rp 620 Miliar

Pemerintah kembali menyerap dana Rp 620 miliar dari hasil lelang 4 seri sukuk (Surat Berharga Syariah Negara/SBSN) yang dilakukan kemarin. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemenkeu Harry Z. Soeratin.

Auto: Q2, Harga Mobil Bakal Naik

Harga mobil nasional diperkirakan naik pada kuartal II-2010, akibat kenaikan harga baja sebagai bahan baku industri otomotif mulai April 2010. Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Irvan K Hakim menjelaskan, pihaknya sebagai pemasok bahan baku baja untuk industri otomotif akan menaikkan harga dalam kontrak pembelian per kuartal kedua tahun ini. Harga baja produksi Krakatau naik seiring kenaikan harga bijih besi internasional hingga mencapai 90% dibanding tahun lalu. Kenaikan harga bijih besi, menurut dia, hanya berlaku pada kuartal kedua tahun ini. Harga baja internasional sejak kenaikan harga bijih besi akan mencapai US$ 800 hingga 900 per ton, terutama pada Mei hingga Juni 2010.

Energy: Investasi Sektor Kelistrikan Mencapai US$ 2 Miliar

Investasi di sektor kelistrikan masih memikat investor. Buktinya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, tahun ini, komitmen investasi listrik yang sudah masuk mencapai US$ 2 miliar. Anggota Komite Penanaman Modal Bidang Teknologi Energi BKPM Meirios Moechtar menyatakan, investor akan membenamkan dananya dalam berbagai jenis pembangkit listrik.

Corporate news

ADRO: Masuk dalam Joint Venture Maruwai

BHP Billiton menggandeng PT Adaro Energy Tbk (ADRO) untuk menggarap konsesi tambang batubara Maruwai, Kalimantan Tengah dan Timur dengan luas lahan sekitar 355.000 hektar. Kerja sama tersebut dilakukan melalui pembentukan joint venture antara BHP Minerals Holdings Pty dan BHP Minerals International Exploration Inc bersama PT Alam Tri Abadi, unit usaha Adaro untuk mengembangkan Indonesian Coal Project (ICP).

Perjanjian pembentukan kerja sama baru PT Adaro Energy Tbk (ADR)) bersama BHP Billiton terkait Indonesian Coal Project (ICP) tidak termasuk transaksi material. Adaro memenangi penawaran penjualan 25% saham proyek pertambangan batu bara Maruwai di Kalimantan Tengah dan Timur milik BHP Billiton melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) BHP Minerals Holdings Pty. LTd dan BHP Minerals International Exploration Inc., serta PT Alam Tri Abadi, anak perusahaan Adaro telah menandatangani perjanjian mengikat untuk membentuk kerja sama ICP. Adaro akan memiliki 25%, dengan membeli 25% saham pada masing-masing perusahaan, yaitu PT Maruwai Coal, PT Juloi Coal, PT Kalteng Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Lahai Coal, PT Ratah Coal, dan PT Pari Coal. BHP memegang 75% lainnya.

ANTM: Antam genjot produksi nikel dan emas

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) optimis kinerja perseroan tahun ini akan meningkat ketimbang tahun buku 2009 yang mencatatkan penurunan signifikan. Peningkatan kinerja akan ditopang rencana perseroan menggenjot produksi nikel dan emas serta indikasi tren peningkatan harga feronikel tahun ini. Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis mengatakan tahun ini perseroan menargetkan bisa menggenjot produksi nikel dari 12 ribu metrik ton (Mt) pada posisi 2009 menjadi 18.500 Mt. Peningkatan itu didapat melalui optimalisasi kapasitas produksi pabrik pengolahan feronikel unit III (Feni III) di Pomala, Sulawesi Tenggara.

Untuk emas, targetkan produksi naik dari sekitar 2,58 ton pada 2008 menjadi 3 ton. Peningkatan produksi emas itu didapat dari kontribusi tambang emas Cibaliung yang mulai berproduksi sekitar Juli 2010 dengan tingkat produksi 500 kilogram bijih emas sampai akhir 2010. Sisanya sebanyak 2,5 ton kontribusi dari unit bisnis tambang emas Pongkor.

AALI: Mengerek Kinerja dengan Nilai Tambah

Proyeksi positif harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), pada tahun ini memunculkan optimisme terhadap kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk ke depan.Guna menjaga keberlangsungan kinerja perusahaan, anak usaha PTAstra International Tbk itu mulai tahun ini memprioritaskan pengembangan area tertanam, di samping pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit yang baru. Selama Januari-Februari 2010, total tandan buah segar (TBS) yang diproduksi perseroan mencapai 541.336 ton. Jumlah tersebut turun 5,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2009 sebesar 571.261 ton.

PGAS: Monopoli gas harus dirombak

Kontrak baru yang diteken pelaku sektor industri dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan mulai berlaku hari ini perlu dikritisi pemerintah, dalam hal ini Badan Pelaksana Huli Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Penerapan tarif gas seharusanya dibahas pemerintah bersama DPR dan tidak sewenang-wenang dilakukan perusahaan terkait. Pemerintah juga harus merombak sistem monopoli gas yang selama ini dilakukan PGN. Pengamat ekonomi Yanuar Rizky mengemukakan bahwa PGN jelas tidak mau merugi dengan mengikat harga gas untuk pasar domestik, di tengah naik daunnya harga gs di pasar komoditas dunia saat ini. Oleh karena itu, PGN jelas lebih memilih menjual gas ke pasar internasional karena lebih menguntungkan. Isi kontrak PGN dan industri pengguna gas yang diteken pada Selasa (30/3) terdiri dari industri menyutujui penaikan harga gas 15%, pengenaan surcharge (biaya tambahan) sebesar 300%, dan pembayaran deposit selama 2 bulan.

CPRO: Tekan Kerugian 47%

Penjualan bersih PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) merosot 16,37% menjadi Rp6,83 triliun pada 2009 dibanding tahun sebelumnya Rp8,17 triliun. Penurunan itu antara lain disebabkan anjloknya harga udang di pasar internasional dan penurunan volume ekspor ke berbagai negara, khususnya US dan Eropa. Kendati demikian, manajemen CPRO berhasil mengurangi kerugian sekitar 47% mejadi Rp217,17 miliar dari tahun sebelumnya Rp407,18 miliar.

INTA: Incar Tambang Batubara

PT Intraco Penta Tbk (INTA) akan mengakusisi dua tambang batubara yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan. Kapasitas tambang batubara yang diakusisi tersebut berkisar 60-120 juta ton. Intraco menyiapkan dana akusisi sebesar US$100 juta atau sekitar Rp915 miliar. Sebanyak 20% berasal dari internal perseroan dan 80% berasal pinjaman pihak ketiga.

BNBR: Bakrie Life Belum Juga Bayar Dana Pokok Nasabah

Manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) belum membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa sebesar Rp 22,5 miliar atau 6,25% dari total dana pokok nasabah. Padahal, manajemen menjanjikan pengembalian dana pokok sebesar 25% tahun 2010 yang dicicil sebanyak empat kali dan dimulai pada bulan Maret 2010. Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan sampai dengan 31 Maret 2010 dirinya belum mendapatkan pemberitahuan dari pihak manajemen.

KLBF: Kalbe bersama Tipco garap produk minuman kesehatan

PT Kalbe Farma Tbk dan perusahan makanan dan minuman Thailand, Tipco F&B Company Limited, menjalin kerja sama strategis distribusi produk minuma kesehatan sayuran dan buah di Indonesia. Dengan kerja sama tersebut, Kalbe berupaya mendukung berkembangnya gaya hidup sehat di Indonesia. Dalam kerja sama, tersebut, produk Tipco, yakni 11 varian produk jus sayuran dan buah kesehatan, akan didistribusikan dan dipasarkan di Indonesia melalui jaringan yang dimiliki Kalbe. Jus sayuran dan buah kesehatan Tipco akan dipasarkan dalam kisaran harga Rp 25ribu- Rp 30ribu untuk kemasan 1 liter. Di Thailand, Tipco merupakan pemimpin pangsa pasar untuk produk jus dengan market share sebesar 55%. Melalui kerja sama tersebut, Kalbe melihat ke depan untuk bekerja sama yang lebih luas lagi dengan Tipco, misalnya untuk membangun pabrik di Indonesia.

KARK: Dayaindo Bersiap Rights Issue

PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) berencana melakukan rights issue dalam waktu dekat. Rencana tersebut terkait dengan kebutuhan belanja modal perseroan tahun ini senilai US$ 200 juta.

IPO: Molindo Incar Dana IPO Rp500 M

PT Molindo Raya Industri, produsen etanol yang bermarkas di Malang, Jawa Timur, berencana melakukan IPO. Target perolehan dananya sebesar Rp500 miliar. Molindo berniat melepas sebanyak 375 juta hingga 500 juta saham atau setara 25%-30% dari total saham.

Rumor

Pharmaniaga International Corp Berhard Malaysia dikabarkan ingin menambah kepemilikan saham di PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC) menjadi 60%. Informasi yang ada menyebutkan, harga yang diminta 1 kali dari nilai buku (book value).

PT Jamsostek dikabarkan akan membeli saham PT PP Tbk (PTPP) di pasar guna meningkatkan investasinya. PP telah mendapatkan proyek geology center di Lapindo Brantas, Jawa Timur. Kedua aksi korporasi itu diyakini akan mengangkat sahamnya.

Earning Watch

PGAS: Laba 2009 Melesat 882%
KIJA: Laba Bersih Naik 126%
MLPL: Laba Naik 156%
ACES: Cetak Kenaikan Laba Bersih 18%

Technical Picks

BCIP (305) –sell
CTRP (375) – Sell
TLKM (8050) –Buy On Weakness
TURI (2150) –Sell.

Sumber : detik.com

Komentar ditutup.