Pembuatan Besi Nugget Dengan Tungku Tegak

Abstrak 
Tulisan ini membahas hasil penelitian pengolahan pasir besi menjadi besi nugget, butiran besi berdiameter 3 – 5 mm dengan komposisi kimia mendekati atau sama dengan pig iron. Pembahasan meliputi dasar teori proses pembuatan nugget, bahan dan peralatan serta hasil percobaan. Informasi yang relevan dengan pembahasan berasal dari literatur dan hasil percobaan laboratorium. Percobaan dilakukan melalui jalur pembentukan pellet komposit yaitu campuran pasir besi, batubara dan bentonit , reduksi pellet di tungku tegak berdiameter 400 mm serta peleburan ditungku yang sama. Dengan metoda tersebut telah berhasil dibuat besi nugget dengan kadar besi Fe nol antara 92 – 94 %. Nampaknya tungku tegak perlu dicermati lebih jauh, dengan perbaikan sifat fisik pellet , tidak tertutup kemungkinan menjadi reactor yang lebih efisien dibandingkan dengan tungku putar dalam pembuatan besi nugget.


Pembuatan Besi Nugget Dengan Tungku Tegak Adil Jamali Kepala Upt …
PEMBUATAN BESI NUGGET DENGAN TUNGKU TEGAK

Adil Jamali
Kepala UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Tlp. /fax : 0721-350056. E-mail : adilj03@yahoo.com

Abstrak

Tulisan ini membahas hasil penelitian pengolahan pasir besi menjadi
besi nugget, butiran besi berdiameter 3 – 5 mm dengan komposisi kimia mendekati
atau sama dengan pig iron. Pembahasan meliputi dasar teori proses pembuatan
nugget, bahan dan peralatan serta hasil percobaan. Informasi yang relevan dengan
pembahasan berasal dari literatur dan hasil percobaan laboratorium. Percobaan
dilakukan melalui jalur pembentukan pellet komposit yaitu campuran pasir besi,
batubara dan bentonit , reduksi pellet di tungku tegak berdiameter 400 mm serta
peleburan ditungku yang sama. Dengan metoda tersebut telah berhasil dibuat besi
nugget dengan kadar besi Fe nol antara 92 – 94 %. Nampaknya tungku tegak
perlu dicermati lebih jauh, dengan perbaikan sifat fisik pellet , tidak tertutup
kemungkinan menjadi reactor yang lebih efisien dibandingkan dengan tungku
putar dalam pembuatan besi nugget.
Kata kunci : besi nugget, pasir besi, titanium, pig iron , tungku tegak.

PEMBUATAN KALSIUM KARBONAT RINGAN
SKALA SEMI PILOT
Edi Herianto
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Telah dilakukan percobaan pembuatan kalsium karbonat (CaCO3) ringan
skala semi pilot. Bahan bakar yang di gunakan adalah kerosen. Dalam percobaan
ada beberapa peralatan memanfaatkan yang ada, diantaranya burner, blower dan
agitator, peralatan tersebut memang tidak sesuai dengan kapasitas disain.
Sehingga percobaan yang di lakukan tidak maksimal, dan masih banyak
mengalami hambatan di dalam percobaan.
Hasil yang di capai dalam percobaan hampir sama dengan yang dilakukan
dalam skala laboratorium yaitu bulk density CaCO3 ringan yang di hasilkan
sebesar 0.45 gr/cm3 – 0.48 gr/cm3 , hanya saja untuk mencapai pH larutan CaCO3

ringan sama dengan 7, memerlukan waktu sekitar 10 jam. Hal ini dapat di
PENINGKATAN MUTU BATUBARA NON COKING KALIMANTAN TIMUR
sebabkan oleh energi yang dibutuhkan untuk kalsinasi batu gamping terlalu kecil,
SECARA FISIK DAN KIMIA
sehingga gas CO2 yang di hasilkan juga kecil, akibatnya proses karbonatasi jadi

lambat.
Rustiadi Purawiardi
Temperatur kalsinasi yang dicapai maksimal pada percobaan hanya 750
Pusat Penelitian Metalurgi
oC, sehingga tidak semua batu gamping terkalsinasi secara sempurna, karena
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
temperatur ideal yang diperlukan untuk kalsinasi batu gamping yaitu sekitar 1000
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
oC. Dalam percobaan ini reaksi pembentukan CaCO3 ringan dapat berjalan hal ini

dapat terjadi karena gas CO2 yang terbentuk tidak saja berasal dari proses kalsinasi
Abstrak
tetapi juga di hasilkan dari bahan bakar minyak yang digunakan.
Peningkatan mutu batubara non coking Kalimantan timur dilakukan

dengan cara penyaringan batubara dan pengurangan atau penghilangan belerang

dari batubara non coking , sehingga tujuan akhir diperoleh batubara yang bersih
PENINGKATAN KETAHANAN DEZINSIFIKASI PADA KUNINGAN DARI
dan ramah lingkungan. Pada perendaman batubara Loajanan ( ABK ) dengan HCl
SKRAP LOKAL
2,0 M kadar belerang berkurang 60 %, besi terlarut 0,32%. Pada perendaman
batubara asal Perian non coking dengan HCl 2,0 M, kadar belerang berkurang 61
Nurul Taufiqu Rochman, Agus Sukarto Wismogroho, Andi Suhandi
%, besi terlarut 0,44 %.
Syuhada dan Wahyu Bambang Widayatno
Pusat Penelitian Fisika
Kata Kunci: batubara , mutu batubara, ramah lingkungan.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Kawasan Puspiptek Serpong
Abstract

The Grade of non-coking coal quality from East Kalimantan is done by
filtering the coal and decreasing or loosing the sulfur of non coking coal, so the end
Abstrak
purpose is to get the clean coal and clear environment. In the soaked Loajanan
Kuningan 6/4 (Cu-40mass%Zn) memiliki sifat mampu bentuk yang baik
sulfur (ABK) with 2,0 M HCl, the decreasing of sulfur assay is 60 %, and dissolved
dan harganya relatif murah, sehingga banyak digunakan untuk peralatan
iron is 0,32%. In the non coking-soaked sulfur from Perian with 2,0 M HCl, the
pensuplai air. Namun demikian, karena penggunaan air panas, dan meningkatnya
decreasing of sulfur is 61 % and dissolved iron is 0,44%.
penggunaan ion khlor dalam air untuk membunuh kuman, menyebabkan

permasalahan serius pada dezinsifikasi (korosi hanya unsur Zn saja) yang dapat
The key word: coal, the quality of coal, clear environment.
menyebabkan kecelakaan fatal. Untuk meningkatkan daya tahan dezinsifikasi pada

peralatan pensuplai air yang terbuat dari skrap kuningan lokal, dilakukan
rekayasa dengan penambahan unsur Sn pada kuningan. Skrap kuningan dicairkan
PEMANFAATAN ENDAPAN MINERAL (LOGAM) SKALA KECIL
dengan menggunakan tungku arang. Kemudian ditambahkan Sn dalam variasi

kadar yang berbeda ke dalam kuningan cair sebelum dituangkan ke dalam cetakan
Yusuf
yang terbuat dari baja. Sampel dikarakterisasi dengan mikroskop optik, EPMA
Agus Haryono
(Electron Probe Micro Analysis) dan tes dezinsifikasi dengan menggunakan
Pusat Penelitian Metalurgi
standar Australia No. AS 2345-1980. Dezinsifikasi dapat diturunkan secara
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
signifikan dengan penambahan Sn sampai pada konsentrasi 0.1% massa.
Kawasan Puspiptek Serpong
Sementara itu, penambahan berikutnya akan meningkatkan kembali

dezinsifikasinya.

Kata kunci: skrap kuningan lokal, korosi, dezinsifikasi, Sn, mikrostruktur

Abstrak
Abstrak
Indonesia memiliki potensi endapan mineral logam skala kecil yang
Penggunaan larutan pori beton artifisial yang merupakan campuran
tersebar di seluruh pelosok tanah air. Endapan mineral logam jenis ini tidak
Ca(OH)2 jenuh dan 20 gr/L NaHCO3 dimaksudkan untuk memudahkan penelitian
menarik untuk industri pertambangan dalam tingkat global, tetapi memiliki peran
di lingkungan beton yang mudah mengeras dan penambahan 3,5% NaCl mewakili
penting sebagai : penggerak ekonomi, penyerap tenaga kerja, penyedia bahan baku
suasanan lingkungan air laut. Jenis inhibitor anorganik yang diteliti dengan
industri. Kendala pemanfaatan endapan mineral jenis ini berpangkal pada proses
metode polarisasi potensial adalah Na poliphospat, Na metasilikat, Na molibdat,
yang umumnya dirancang untuk mengolah endapan mineral dalam skala besar
dan Na nitrit masing-masing dengan konsentrasi antara 50 hingga 200 ppm. Hasil
dengan segala implikasi teknis dan ekonomisnya. Hal ini dapat diatasi dengan :
penelitian menunjukkan, efisiensi inhibitor tertinggi pada penambahan 200 ppm
pemilihan produk, pemilihan proses, maupun kemungkinan pengembangan proses
yaitu 99,8% untuk Na metasilikat, 97,8% untuk Na molibdat, 95% untuk Na
baru. Pengamatan sementara pada kasus pemanfaatan bijih besi skala kecil
Poliphosfat.
memberi peluang dan prospek cukup menarik dari sisi teknis dan ekonomis.

Meskipun demikian, pengembangan ini tidak mungkin diserahkan hanya pada
Kata kunci : beton, baja, korosi, inhibitor, NaNO2, Na-poliphosfat, Na Molibdat
pihak industri. Peran lembaga riset akan sangat strategis dalam pemanfaatan dan
dan Na Metasilikat
pengembangan mineral tadi

METODE-METODE ANALISIS DAN PEMILIHANNYA
Kata Kunci : Mineral, Logam, Kecil, Tersebar, Proses, Teknologi, Ekonomi.
DALAM ANALISIS ANORGANIK MATERIAL DAN METAL

Abstract

Iwan Setiawan , Murni Handayani
Indonesia has a smale scale metalic mineral deposits distributed around
Pusat Penelitian Metalurgi
the country. This kind of minerals was not intereted for the big mining company,
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
but has an important role as an economic prime mover, to create jobs and
Komplek Puspiptek Serpong
employments, and as a strategic material suppliers for industries. However,

development of this kind of resources will never easy, because the available
Abstrak
methods and processes usually designed for large operations with its technical and
Pengujian komposisi kimia dan sifat fisik dari material didasarkan kepada
economical consequences. These problems can be relieved by proper selections of
sifat-sifat yang dimiliki oleh atom dan molekul atau berdasarkan interaksi yang
products, process, and the possible developments of a new processing technology. A
terjadi dengan kalor, panjang gelombang, dan senyawa lain. Dengan
temporary observation on the case of the utilization of small iron ore deposits
bertambahnya jenis material dan semakin spesifiknya sifat-sifat yang diinginkan,
reveals some interesting prospects and opportunities, both from the technical as
maka pengujian material membutuhkan teknik-teknik yang semakin beragam dan
well as the economical aspects. However, these developments can not be left.to the
relatif rumit.
industrial society alone. The role of research institutions will be very strategic in the
Dalam bidang anorganik material dan logam, teknik spektroskopi atom
utilization and development of those minerals.
dan molekul menjadi sangat berarti didasarkan pada kecepatan pengambilan data,

dan banyaknya informasi material yang didapat.

Dalam makalah ini dipaparkan pengujian terhadap sampel anorganik
UJI INHIBITOR ANORGANIK DALAM LARUTAN PORI BETON
beserta cara pemilihan metode analisis yang cocok untuk sample.
ARTIFISIAL YANG MENGANDUNG NaCl PADA

KOROSI BAJA KARBON
Kata kunci: komposisi kimia, anorganik dan logam, spektroskopi atom, pemilihan

metode analisis
Hartati Soeroso, Harsisto, Bintoro Siswayanti

Pusat Penelitian Metalurgi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstract
adalah Pusat Penelitian Metalurgi LIPI dengan judul Karbonisasi Batubara untuk
The testing of chemical composition and physical property from material
menunjang perkembangan industri nasional, terutama pengembangan briket
based on the properties owned by molecule and atom or pursuant to interaction that
batubara yang dicanangkan lebih 180 ribu ton /tahun
happened by calor, wavelength, and the dissimilar compound. Increased the

Teknologi Karbonisasi Batubara Temperatur Rendah (KTR) merupakan
material type and specific progressively its nature of the desired, hence the material
salah satu alternatif untuk dikembangkan di Indonesia, karena sesuai untuk sifat
examination require technique which immeasurable progressively and complicated
batubara yang mudah hancur (ukuran < 3 cm), kadar air tinggi dan VM tinggi.
relative.
Keuntungan dari teknologi KTR tersebut, yaitu kokas/semikokas, gas-gas sebagai
sumber energi dan tar berupa cairan sebagai bahan dasar industri kimia, juga
In the field of inorganic and metal the atomic and molecular spectroscopy
minyak ringan.
technique, now become very mean relied and significance on a data intake speed,

Dalam makalah ini akan disampaikan pembahasan mengenai kondisi
and to the number of information which got.
batubara lokal, beberapa kajian teknologi proses karbonisasi dan kemungkinan
This handing out described testing for inorganic sample therewith the way
pengembangannya di Indonesia.
of method election that is suitable for sample.

Key words : chemical composition, inorganic material and metal, atomic
METODA PENGUKURAN KECEPATAN REKRISTALISASI
spectroscopy, selection method of testing.
PADA PADUAN Cu-Zn

Budi Priyono
KARBONISASI BATUBARA TEMPERATUR RENDAH
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Rahardjo Binudi
Kawasan Puspiptek Serpong
Pusat Penelitian Metalurgi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Komplek Puspiptek Serpong

Proses rekrisalisasi adalah proses pertumbuhan butir baru dari butir yang
Desember 2005
telah mengalami deformasi plastis. Pada proses pembentukan dingin masalah besar

butir sangat penting, terutama terhadap timbulnya cacat produk yang disebabkan
Abstrak
oleh besar butir . Jenis cacat yang sering dijumpai adalah orange peels atau disebut

Dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak dunia yang tinggi dan
dengan cacat kulit jeruk.
berdampak pada meningkatnya harga jual bahan bakar minyak termasuk Minyak
Penelitian ini berawal dari permasalahan tidak diterimanya bahan baku
Tanah di Indonesia. Minyak Tanah di Indonesia yang selama ini di subsidi
kuningan MS-72 ex-Lokal dengan alasan besar butir tidak sesuai dengan
menjadi beban yang sangat berat bagi pemerintah Indonesia karena nilai
spesifikasi yang telah ditentukan yaitu 80 µm. Sedangkan komposisi kimia dan sifat
subsidinya meningkat pesat menjadi lebih dari 49 trilun rupiah per tahun dengan
lainnya sesuai dengan spesifikasi material tersebut. Namun ada hipotesa yang
penggunaan lebih kurang 10 juta kilo liter per tahun. Untuk mengurangi beban
mengatakan bahwa butir yang cepat membesar akan rentan terhadap cacat kulit
subsidi tersebut maka pemerintah berusaha mengurangi subsidi yang ada
jeruk.
dialihkan menjadi subsidi langsung kepada masyarakat miskin. Namun untuk
Untuk mengetahui hal tersebut dilakukan penelitian pengukuran
mengantisipasi kenaikan harga BBM dalam hal ini Minyak Tanah diperlukan
kecepatan rekristalisasi. Metoda penelitian yang digunakan adalah teknik
bahan bakar alternatif yang murah dan mudah didapat.
pengerolan dingin dengan beberapa tahap (multi pass rolling) sampai regangan

Batubara yang jumlah cadangannya di Indonesia cukup besar lebih dari
tertentu. Kemudian dilakukan proses annealing atau rekristalisasi pada temperatur
50 milyar MT, yang tersebar diseluruh penjuru tanah air merupakan kekuatan
600oC dengan waktu penahanan bervariasi dari 5’ s/d 60”. Pengujian yang
energi yang cukup besar. Teknologi untuk mengolah batubara menjadi produk lain
dilakukan pada kegiaatan penelitian ini adalah metalografi kuantitatif dan uji
yang dapat digunakan masyarakat secara aman sedang giat-giatnya untuk
keras mikro Vickers.
dipelajari dan diterapkan oleh beberapa lembaga riset nasional, salah satunya

76,14%, cracking were not found when pre heat at 1260oC. Pre heat at lower that
Kata kunci : rekristalisasi, orange peels, kulit jeruk, besar butir, annealing
temperature, failure specimens with cracking defect is present when pre heat

temperature at 1200oC. Increasing their hardness followed addition of carbon from

0.03% to 0.2% in to the Co-30%Cr-5%Mo specimens. Precipitation of metal carbide
PEMBUATAN LOGAM PADUAN BIOCOMPATIBEL
compound affect to increasing of Co-Cr-Mo alloys hardness.
(Co-30%Cr-5%Mo) MELALUI PENGERJAAN TEMPA

Yuswono
SEBUAH PEMIKIRAN UNTUK MENGURANGI PENGANGGURAN
Pusat Penelitian Metalurgi
DENGAN TERAPAN PENGENDALIAN KOROSI
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Harsisto
Kawasan Puspiptek Serpong
Pusat Penelitian Metalurgi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Kawasan Puspiptek Serpong

Kandungan Ni (minimum 2,5%) di dalam logam paduan Co-Cr-Mo adalah

untuk meningkatkan mampu bentuk pengerjaan panas. Tetapi paduan Co-Cr-Mo
Abstrak
yang telah digunakan sebagai material implan, kandungan Ni terbatas maksimum
Mengacu berita dari Media Kompas 23 Desember 2005 jumlah
0,01%. Karena kandungan Ni di dalam paduan Co-30%Cr-5%Mo bisa
pengangguran tahun 2006, Pemerintah memberi perkiraan sebesar 9,64 juta orang.
mengakibatkan alergi pada tubuh. Pengerjaan tempa terhadap paduan Co-30%Cr-
Sementara Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI memperkirakan mencapai angka 12,
5%Mo tanpa kandungan Ni merupakan masalah yang menarik untuk dilakukan
151 juta dan Indef memperkirakan angka 12 juta hingga 12,6 juta orang. Dengan
penelitian. Pembuatan paduan dilakukan melalui proses pengerjaan peleburan di
semakin tingginya jumlah pengangguran dari zaman berakhirnya Orde Baru
dalam tungku busur listrik. Dalam pembuatan paduan Co-30%Cr-5%Mo tidak
hingga kini, tercetus ide untuk mengurangi angka pengangguran dengan terapan
ditambahkan Ni, dan untuk meningkatkan kekerasannya dilakukan penambahan
pengendalian korosi. Sesuai dengan definisinya, proses korosi adalah proses
unsur karbon. Hasil percobaan ditunjukkan bahwa selama pengerjaan tempa
perusakan material padat oleh lingkungannya. Material padat yang dimaksud bisa
memerlukan kontrol suhu pemanasan awal yang tepat. Dalam pengerjaan tempa,
berwujud material logam dan material non logam. Lingkungan yang menimbulkan
pemanasan awal pada suhu 1260oC, dengan reduksi ketebalan tinggi hingga
kerusakan lingkupnya sangat luas dari lingkungan alam, lingkungan mekanis,
76,14%, spesimen tidak mengalami kegagalan akibat retak. Tetapi pemanasan awal
lingkungan industri dan sebagainya. Disadari atau tidak, semua manusia anti
pada suhu sedikit di bawah suhu tersebut (1240oC), spesimen mengalami
korosi. Dengan adanya masalah-masalah tersebut di atas, terbuka peluang untuk
kegagalan dalam pengerjaan tempa akibat retak. Penambahan karbon dari 0,03%
menciptakan lapangan kerja yang jumlahnya tidak sedikit. Diantara peluang
sampai dengan 0,2% diikuti peningkatan kekerasannya. Pembentukan presipitasi
peluang yang ada diantaranya adalah bidang jasa pengendalian korosi di
senyawa logam karbida (MoC dan CrC) berpengaruh terhadap peningkatan
masyarakat umum (rumah tangga) hingga di industri-industri.
kekerasan paduan Co-30%Cr-5%Mo.

Abstract
Abstract
To refer the information of mass media of Kompas on December 23, 2005

Ni content (2.5% minimum) in the Co-Cr-Mo alloys is used for increasing
the accumulation of joblessness on the year of 2006 by prediction of Indonesian
hot work ability. Ni content in the Co-Cr-Mo alloys for implant material is limited
Government about 9.64 million man. The other prediction by research Center foe
0.01% minimum. High Ni content in Co-30%Cr-5%Mo alloys causes allergy effect
Economic The Indonesian Institute of Sciences that the joblessness in Indonesia at
in the body. Research about the forging treatment for a Co-30%Cr-5%Mo without
about 12.151 million man and the prediction by Indef that the joblessness at about
Ni content is interest problems. Co-30%Cr-5%Mo alloys melting used electric arc
12 million to 12.60 million man. To be Increasing the joblessness in Indonesia
furnace, and addition of carbon is to increasing of their hardness. Experiment
from the letter of the Orde Baru period until the recently, get the idea to reducing
result has shown that temperature control during pre heat is strict during forging
the sum of workerless by the corrosion control application. Regarding to the
treatment. Forging treatment for specimens in high thickness reduction up to
definition of the corrosion, the corrosion process is the gradation of the solid
materials by the environment. The solid materials are metals materials or non
Abstract
metals materials. The environment to degradation on materials has been large
EFFECT OF METAL IMPURITIES ON RADIOISOTOPE PRODUCTION.
range, from natural environment, mechanic environment, industrial environment
Radioisotope has many applications in the field of medicine, industry and
and the other. Conscious or not, all of the human are resistant to corrosion. By the
agriculture. In several countries, the uses of radioisotope give significant impact on
problems, the sum of opportunities are open to the field of works. This opportunities
economy and social welfare. In radioisotope production, metal materials with very
are corrosion control field in household till industrials.
high purity are required. In this study, the calculation of the effect of platinum,

iron, silver and sodium impurities was carried out. The calculation was based on
DAMPAK PENGOTOR LOGAM PADA PRODUKSI RADIOISOTOP
irradiation at central irradiation position of G.A. Siwabessy reactor for 12 days.

Platinum produced radioisotopes of 191Pt, 193mPt, 197Pt dan 199Pt with radioactivity
Rohadi Awaludin
5.58, 5.78, 24.43 and 89.72 MBq/mg at the end of irradiation (EOI). Radioisotopes
Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka
of 191Pt, 193mPt, 197Pt had radioactivity 4.39, 4.92 and 23.5 MBq/mg after 24 hours
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
and 1.05, 1.88 dan 18.7 MBq/mg after 7 days. Iron produced radioisotopes of 55Fe
Kawasan Puspiptek Serpong
dan 59Fe with radioactivity 1.49 and 0.89 MBq/mg at EOI. Radioactivity of both
radioisotopes decreased to 1.49 dan 0.88 MBq/mg after 24 hours and 1.48 and 0.80
Abstrak
MBq/mg after 7 days. Silver produced radioisotopes of 108Ag dan 110mAg with
DAMPAK PENGOTOR LOGAM PADA PRODUKSI RADIOISOTOP.
radioactivity 3608 and 269 MBq/mg at EOI.. Radioactivity of 108Ag can be neglected
Radioisotop memiliki aplikasi yang luas di bidang kesehatan, industri dan
after 24 hours. Radioactivity of 110mAg decreased to 268 MBq/mg after 24 hours and
pertanian. Di beberapa negara, pemanfaatan radioisotop telah memberikan
263 MBq/mg after 7 days. Sodium produced 24Na with radioactivity 9.67 MBq/mg at
dampak ekonomi dan kesejahteraan secara signifikan. Pada produksi radioisotop
EOI. The radioactivity decreased to 3.19 MBq/mg after 24 hour and 0.414 MBq/mg
diperlukan logam dengan kemurnian tinggi. Pada studi ini dilakukan perhitungan
after 7 days.
dampak keberadaan pengotor logam platina, besi, perak dan natrium. Perhitungan

dilakukan untuk iradiasi neutron di posisi central irradiation position (CIP) reaktor
Key words: metal impurity, radioisotope, production technology.
G.A. Siwabessy dengan waktu iradiasi selama 12 hari. Logam platina

menghasilkan radioisotop 191Pt, 193mPt, 197Pt dan 199Pt dengan radioaktivitas 5,58;

5,78; 24,43 dan 89,72 MBq/mg pada saat end of irradiation (EOI). Radioisotop
CACAT RAPUH PANAS AKIBAT PROSES ROL PANAS DARI MATERIAL
191Pt, 193mPt, 197Pt memiliki radioaktivitas sebesar 4,39; 4,92 dan 23,5 MBq/mg
Al PADUAN Cu ,Mg.
setelah 24 jam dan sebesar 1,05; 1,88 dan 18,7 MBq/mg setelah 7 hari. Logam besi
Saefudin
menghasilkan radioisotop 55Fe dan 59Fe dengan radioaktivitas sebesar 1,49 dan
Pusat Penelitian Metalurgi
0,89 MBq/mg pada saat EOI. Keduanya meluruh menjadi 1,49 dan 0,88 MBq/mg
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
setelah 24 jam dan menjadi 1,48 dan 0,80 MBq/mg setelah 7 hari. Logam perak
Kawasan Puspiptek Serpong
menghasilkan radioisotop 108Ag dan 110mAg dengan radioaktivitas 3608 dan 269

MBq/mg pada saat EOI. Radioaktivitas 108Ag mendekati nol setelah 24 jam.
Abstrak
Radioisotop 110mAg memiliki radioaktivitas 268 setelah 24 jam dan menjadi 263

Pada mulanya penelitian ini akan mencoba melakukan proses gabungan
MBq/mg setelah 7 hari. Logam natrium menghasilkan 24Na dengan radioaktivitas
antara rol panas dan proses penuaan dari material Al paduan Cu, Mg. Untuk
9,67 MBq/mg pada saat EOI. Radioaktivitas berkurang menjadi 3,19 MBq/mg
mendapat material yang sifat-sifat mekaniknya yang lebih baik dari material
setelah 24 jam dan menjadi 0,414 MBq/mg setelah 7 hari.
semula, tetapi pada waktu proses rol panas sampel menemui kendala yaitu sampel
Kata kunci: pengotor logam, radioisotop, teknologi produksi.
hasil rol panas terjadi retakan-retakan. Dimana proses yang dilakukan adalah

pertama pemanasan sampel pada temperatur 580oC ditahan selama 1 jam,
langsung di rol kemudian hasilnya mengalami retakan. Percobaan kedua
pemanasan pada temperatur 480oC ditahan selama satu jam hasil yang diperoleh
mengalami retakan juga.Selanjutnya pada pemanasan temperatur 480oC ditahan
selama satu jam langsung dikejut dalam media air kemudian dirol hasilnyapun
STANDAR KEKASARAN PERMUKAAN BIDANG PADA
mengalami retakan. Ternyata setelah di analisa karena akibat terjadinya rapuh
YOKE FLANGE MENURUT ISO R 1302 dan DIN 4768 DENGAN
panas, kedua akibat dari tumbuhnya fasa kedua yaitu fasa β akibat pendinginan
MEMPERHATIKAN NILAI KETIDAKPASTIANNYA
perlahan dari udara bebas dan akibat dengan rolnya sendiri dan ketiga karena

tidak larut padat sempurna Cu pada Al sehingga pada waktu pengejutan tidak
Bimbing Atedi*) dan Djoko Agustono **)
terjadi fasa α kelewat jenuh yang sempurna maka semua hasil percobaan diperoleh
Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi
mengalami terjadi retakan.
Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
KETANGGUHAN LAPIS LINDUNG CAT DI UDARA PANTAI PULAU

JAWA
Abstrak

Karakteristik suatu kekasaran permukaan memegang peranan penting
Iing Musalam
dalam perancangan komponen mesin. Hal tersebut perlu dinyatakan dengan jelas
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
misalnya dalam kaitannya dengan gesekan, keausan, pelumasan, ketahanan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
kelelahan, perekatan dua atau lebih komponen-komponen mesin. Yoke flange
Kawasan Puspiptek Serpong
adalah merupakan bagian dari komponen otomotive pada transmisi penggerak

roda belakang , yang salah satu bagian permukaan perlu memenuhi kekasaran
Abstrak
dengan spesifikasi tertentu. Standar kekasaran permukaan komponen tersebut
Lapis lindung cat dikenal sebagai bahan untuk melindungi material
yang ditetapkan dalam perancangan yaitu menurut standar ISO R 1302 dengan
khususnya logam dari serangan korosi. Cat mudah diperoleh dipasaran dengan
kode N8 dengan nilai Ra = 3,2 µm. Sebagai master produk pengukuran terhadap
berbagai merek, jenis dan kualitasnya, tetapi pada dasarnya untuk melindungi
nilai kekasaran permukaan perlu dilakukan pengukuran geometrik secara teliti
logam dari serangan korosi dengan menggunakan lapis lindung cat diperlukan
dengan memperhatikan nilai ketidakpastian pengukurannya. Dengan analisis dari
cara yang tepat untuk memperpanjang usia pakai lapis lindung cat. Penelitian ini
nilai ukurnya, diharapkan hasil dari proses produksi melalui pemesinan yang
mencari jenis cat yang paling sesuai untuk digunakan pada struktur logam baja
dilakukan, seluruh produknya dapat memenuhi persyaratan sesuai dengan
yang dipasang di daerah pantai.
spesifikasi teknis yang direncanakan.

Abstract
Kata kunci: kekasaran permukaan, yoke flange, ISO R 1302
Paint coating is known as protective material especially metals from the
corrosion atact. Paint is easy to get in the market with the various kind, quality and
Abstract
brand, but the basic phenomena to protect metal from corrosion atact by paint
coating are need to use the perfect methode to prolong the service life of paint
Role of the characteristic of the surface roughness is very important in the
coating. This research is to find the kind of paint which suitable to use on the steel
machine design. It should be clearly stated, for example, in its relationship with
structure located in the coastal environment.
friction, wear ness, lubrication, fatigue, and assembling of two or more machine
components. Yoke flange is one of the machine component at the rear wheel drive,

which has certain surface roughness value. According to ISO R 1302, its surface

rougness is N8 with Ra= 3.2 µm. As a product master measurement of surface
roughness value, it is important to hold a measurement of the geometric accuratly,

by taking into account of its uncertainty. By analizing its measurement value it is

hoped that all of the results of the DIN 4768 production process will fulfil the
technical specification.

Key word: surface roughness,Yoke Flange, ISO R 1302
KAPABILITAS PROSES PEMBUATAN KOMPONEN OTOMOTIF BAHAN
ANALISIS KOROSI FATIK
S45C DI PT. X
PADA MATERIAL RUDDER DAUN KEMUDI KAPAL

Djoko Agustono*), Bimbing Atedi**), Triyono***)
Yusuf Afandi
Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknik Pengujian
Laboratorium Analisa Kerusakan dan Umur Sisa, B2TKS – BPPT
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Kawasan PUSPIPTEK Gedung 220 Tangerang Banten
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Universitas Trisakti
Abstract
Kawasan Puspiptek Serpong
Rudder yang terbuat dari material SF 50 (20 Mn) mengalami kehilangan

pada bagian daun kemudinya. Untuk menentukan sumber penyebab kerusakan
sebagai upaya pencegahan terjadinya kerusakan yang serupa dikemudian hari
Abstrak
maka dilakukan analisis meliputi analisis komposisi kimia menggunakan optical
Untuk mengetahui apakah proses produksi yang telah dijalankan untuk
emission spectrometry, pemeriksaan metalografi dengan mikroskop optic dan uji
produk komponen otomotif dengan bahan S45C telah dapat menghasilkan produk
kekerasan dengan mesin Frank Weltest. Awal retak terindikasi akibat serangan
yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan/ditentukan atau belum, maka telah
korosi pada daerah kritis. Serangan korosi menimbulkan adanya retakan akibat
dilakukan perhitungan Kapabilitas Proses di PT X.Jumlah sample yang diamati
kombinasi beban mekanis. Efek retak tersebut akan menimbulkan adanya
adalah 30 buah untuk produk A dan 15 buah untuk produk B.
konsentrasi tegangan di ujung retakan.. Selanjutnya akan terjadi perambatan retak
Dari hasil analisis diperoleh bahwa dalam pembuatan produk B proses
akibat fatik korosi. Sisa penampang tidak mampu lagi menahan beban mekanis
produksi berjalan dengan baik, hal ini terbukti dari Cp selalu > 1.33. Sedangkan
sehingga terjadi beban berlebih (Overloading). Hal ini mengakibatkan lepasnya
untuk produk A tidak semua proses memenuhi syarat hal ini terbukti dari beberapa
daun kemudi dari kapalnya. Rudder mengalami kerusakan akibat sistem proteksi
variable yang diamati harga Cp < 1.33, bahkan ada yang < 1.00. Dengan demikian
katodik tidak berfungsi secara sempurna.
perlu adanya upaya untuk memperbaiki proses pembuatan produk A.

Abstract
Kata Kunci: Kapabilitas proses, komponen otomotif bahan S45C
Rudder made of SF 50 (20Mn) have trouble at steered wheel of ship. To
determine the rootcause of rudder failure, it has conducted testing such as visual
Abstract
examination, chemical composition analysis by optical emission spectrometer,
In order to know whether the production processes of component automotive
metallographic examination by optical microscope metaloplan and hardness
with the material of S45C in the PT. X are under control, then a capability process
measuremen by Frank Weltest machine. Crack initation indicated corrosion attack
measurement has been conducted.To obtain manufacturing capabilities hence
at critical area. Crack occurred mechanical load combination. Effect of crack stress
conducted by taking some product samples, those are 15 samples for product A and
concentration at crack tip. Crack propagated by fatigue corrosion. Surface area did
30 samples for product B.
not resist mechanical loading due to over loading therefore the steered wheel is loss.
The results of the analysis show that the production process of product B is
Rudder failed cathodic protection system aplied unperfecly.
totally under control, but for the product A some of variables are out of control. It

means that some improvement activities are needed to bring the process of product
SIMULASI METODA COMPOUND SEPARATION PADA PEMBUATAN
A back under control.
INGOT BESI/ BAJA DARI SKRAP DAN PASIR BESI

Keywords: Process capability, S45C material automotive component.
Agus Sukarto Wismogroho dan Nurul Taufiqu Rochman

Pusat Penelitian Fisika

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Komplek PUSPIPTEK Serpong

Tangerang 15310 Banten

Abstrak
Penentuan secara kualitatif dilakukan dengan menggunakan peralatan XRD untuk

mengetahui pola difraksinya. Penentuan secara kuantitatif menggunakan
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku besi/ baja cor industri pengecoran di
peralatan SEM/EDAX yaitu dengan melihat akan adanya unsur-unsur utama
Indonesia, dikembangkan peleburan besi/ baja dari skrap dan pasir besi lokal.
pembentuk chromium karbida. Laju korosi dilakukan dengan pengujian kabut
Namun demikian di dalam skrap besi/ baja terdapat pengotor seperti Ni, Cu, Pb,
garam. Hasil identifikasi sampel baik secara kualitatif dan kuantitatif, diperoleh
Sn, Al, dll yang dalam jumlah relatif banyak dapat menimbulkan masalah pada
adanya presipitasi karbida (Cr23C6). Laju korosi yang diperoleh menunjukan
produk akhir. Sementara itu. pasir besi lokal banyak mengandung unsur Ti dan V
bahwa pengurangan massa pada welding metal lebih besar dibanding dengan di
yang juga dapat menggumpal pada dasar tungku saat proses peleburan dengan
daerah logam induk maupun di daerah kena pengaruh panas.
menggunakan kupola. Untuk meningkatkan efisiensi eliminasi pengotor, seperti:
Kata kunci : Presipitasi karbida, laju korosi, Sumber-ion.
Ti, V dan Al, dalam paper ini akan disimulasikan metoda compound separation
dengan mengikat/ mereaksikan unsur pengotor dengan unsur lain sehingga terjadi
Abstract
perbedaan berat jenis yang menyebabkan terjadinya pemisahan pengotor dari besi
CHARACTERIZATION AT THE ION SOURCE MULTICUSP
lebur. Simulasi dilakukan dengan perhitungan perubahan (delta) energi standard
MATERIAL. The characterization at the ion source accelerator component was
bebas Gibbs dari reaksi-reaksi antara unsur pengikat, besi, dan pengotor (Ti, V dan
done by mean the qualification and the quantity. The qualification and quantity of
Al) dengan menggunakan software HSC Chemistry 5.0. Hasil perhitungan
chromium carbide was performed by using X-ray diffraction and SEM-EDAX. The
menunjukkan perbandingan kualitatif reaksi antara masing-masing paduan yang
corrosion was performed by using salt spray. The results of sample
terbentuk. Dengan perhitungan berat jenis, fasa, dan kecepatan reaksi dari paduan
characterization, shows that there is chromium carbide. Experiment result using
yang terbentuk, dapat ditentukan unsur yang paling tepat untuk pembersihan
salt spray method shows that the corrosion occur in the welding metal is higher
(eliminasi) pengotor-pengotor tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Ti, V
than base metal and heat effect zone.
dan Al dapat dieliminasi dengan bubbling dan penambahan CaF2. Simulasi ini
diharapkan dapat diterapkan dalam teknologi compound separation sehingga dapat

dipakai untuk mengontrol komposisi besi/ baja sesuai dengan standard yang
Key word : Chromium carbide, Corrosion, Multi-cusp
diinginkan dan dapat ditransfer teknologinya pada industri pengecoran di

Indonesia.

PENENTUAN KEAUSAN KOMPONEN
Katakunci: Simulasi, energi standard bebas Gibbs, metoda compound separation,
OTOMOTIF DENGAN TEKNIK AKTIVASI LAPISAN TIPIS
pengotor, skrap besi/ baja, pasir besi

Sudarmono, Silakhuddin

Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju
KARAKTERISTIK MATERIAL SISTEM SUMBER ION MULTICUSP *)
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)

Kawasan Puspiptek Serpong
Sudarmono, Silakhuddin

Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju
Abstrak
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
PENENTUAN KEAUSAN KOMPONEN OTOMOTIF DENGAN
Kawasan Puspiptek Serpong
METODE AKTIVASI LAPISAN TIPIS. Telah dilakukan penentuan keausan
komponen otomotif dengan teknik aktivasi lapisan tipis (TLA). Dalam hal ini
Abstrak
komponen sepeda motor ring piston disinari dengan partikel proton dari mesin
siklotron. Besarnya tingkat keausan ring piston ditentukan oleh banyaknya butiran
KARAKTERISTIK MATERIAL SISTEM SUMBER ION MULTICUSP.
yang terkikis dari komponen tersebut ketika mesin dijalankan. Hal ini dapat
Telah dilakukan karakteristik material sumber ion komponen akselerator yang
dideteksi dengan mengukur tingkat kenaikan keradioaktivan pada minyak pelumas
memerlukan kevakuman tinggi untuk menghasilkan berkas partikel energi tinggi.
ataupun tingkat penurunan keradioaktivan pada permukaan komponen dengan
Karakteristik dilakukan dengan 2 cara yaitu secara kualitatif dan kuantitatif.
menggunakan alat penganalisa Multichannel Analysis (MCA). Dengan suatu
kalibrasi, jumlah butiran yang terkikis selama proses keausan dapat ditentukan
KAJIAN PROSES PENGERINGAN SILIKA PRESIPITAT
secara kuantitatif. Hasil tingkat keausan minimum yang diperoleh yaitu 8 mgr

selama waktu operasi 5 jam. Hasil ini tidak berbeda dengan nilai ketepatan yang
Eko Sulistiyono, S.T
dikemukakan oleh T. Delvigne yaitu keausan pada komponen-komponen otomotif
Pusat Penelitian Metalurgi
adalah sebesar <10 mgr.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Kawasan Puspiptek Serpong
Abstract

THE DETERMINATION OF WEAR LEVEL ON THE OTOMOTIVE
Intisari
COMPONENT MATERIAL BY THIN LAYER ACTIVATION METHOD. The
Proses pengeringan merupakan salah satu tahapan yang penting dalam
determination of the wear of a motor cycle component by using thin layer activation
pembuatan silika presipitat yang ringan. Silika presipitat yang diperlukan untuk
analysis method was done. In the determination, a motorcycle piston ring was
keperluan mineral industri yang memiliki bulk density yang berada dibawah 0,3
activated by proton beam and then was operated on the real machine. The wear
gr/cm2 . Bahan yang digunakan untuk percobaan adalah hasil proses
measurement was determined by measurement of level radioactivity of lubricant oil
penggumpalan water glass dengan perbandingan 1 : 2. Proses pengeringan
by multichannel analyzer. The minimum wearing level is 8 mgr, duration that can
dilakukan pada temparatur antara 80OC sampai 120OC. Waktu proses pengeringan
detects a wear was 5 hours. This result is same with the result of T.Delvigne
10 jam dengan interval yang diamati 2 jam. Sebagai parameter keberhasilan adalah
namely is less than 10 mgr
dihitung berdasarkan bulk density yang diperoleh dari hasil percobaan.

Abstract

Process drying represent one of important step in making silica of light
PENGECORAN ALUMINIUM UNTUK BUCKET TURBIN PELTON SKALA
presipitat. Silica presipitat that is needed for mineral of industry owning bulk
LABORATORIUM
density residing in under 0,3 gr/cm2 . Substance used for the attempt is result
process coagulation of water glass with comparison 1 2. Process of drying
Budhy Basuki, Djuhana, Bambang Nurwasito
conducted at temparatur of between 80OC until 120OC. Time process drying 10
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
hours with interval perceived by 2 hours. As parameter of efficacy is counted by
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
pursuant to bulk density obtained from attempt result.
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang

Kata Kunci : Silika Presipitat, Proses Pengeringan, Water Glass

Abstrak

Sistem turbin Pelton skala laboratorium telah dirancang dan dibuat .
PENGUJIAN GAYA TEKUK LOGAM ALUMINIUM
Salah satu bagian penting yang harus dibuat adalah bucket memiliki persyaratan

yaitu harus ringan dan kuat. Proses yang dirancang untuk membuat bucket-bucket
Bambang Herlambang, Djuhana
tersebut yaitu dicor /casting dan menggunakan bahan aluminium paduan. Proses
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
pengecoran yang dilakukan dimulai dari persiapan pembuatan pola, cetakan dan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
peleburan aluminium. Kemudian untuk mengetahui sifat mekanik dilakukan uji
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
kekerasan. Hasil pengujian kekerasan diperoleh rata-rata adalah 117 BHN dan

124 BHN
Abstrak
Gaya tekuk merupakan gaya kritis dimana suatu batang yang diberi gaya
Abstract
tekan pada salah satu ujungnya sedangkan ujung yang lain tetap mengalami
The Pelton turbin laboratorium have been the design and make. In the component
lekukan. Pengujian gaya tekuk dilakukan dengan mengukur panjang dan diameter
is bucket must be make light and strength.
batang uji ketika diberi gaya tekan. Dengan menggunakan persamaan Euler untuk

gaya tekuk maka gaya tekuk batang uji dapat diketahui.
Dalam penelitian ini dilakukan pengujian gaya tekuk batang uji yang
Abstract
terbuat dari bahan logam aluminium. Diameter batang uji adalah 6 mm dan
The large number of bio-diversity in Indonesia allows a possible deeper
panjang batang uji adalah 450 mm. Sedangkan pembebanan yang diberikan
exploration on bio-material based on animal species. The examination on the
adalah 100 gram. Jenis dudukan yang digunakan adalah engsel – jepit dan engsel
structure of such material leads to the knowledge of bio-composites which is highly
– engsel.
efficient in nature. As a composite material developed by nature, the exo-skeletons
Hasil pengujian menunjukkan bahwa gaya tekuk aluminium dengan
of arthropods and crustaceans function not only mechanically but also chemically.
dudukan jepit – jepit paling tinggi dibandingkan dengan gaya tekuk pada dudukan
Chemically, these exo-skeletons become the major source for the chitin-protein
engsel – jepit dan engsel – engsel. Hal ini disebabkan oleh nilai panjang efektif
which has various wide applications in human’s life. As the characteristics of the
batang uji pada dudukan jepit – jepit paling kecil dibandingkan dengan pada
bio-composite material have been disclosed, a new motivation may arise to mimic or
dudukan engsel – jepit dan engsel – engsel sehingga dibutuhkan gaya paling besar
to simulate the properties of such material. Even though, the research activity about
untuk terjadinya tekukan.
the bio-composite material has been internationally initiated, Indonesia still has a
lot of chance to take a part by relying on the national bio-diversity. The possibility
Abstract
of research covers the aspects of physics, chemistry, as well as mechanical
Buckling force is critical force given on a bar at one of its edge, while
properties. To provide a good start, a conducted study case on the cuticle (hard
another edge is fixed causes buckling on the bar. The test is performed by
skin) of lobster Homarus Americanus will be briefly discussed.
measuring diameter and length of a bar when a buckling force is applied to the bar.

Buckling force of the bar can be determined by using Euler equation.
Abstrak
Keragaman bio-diversivitas Indonesia memungkinkan untuk
In this research a buckling test of a bar made of aluminum has been done.
dilakukannya observasi lebih dalam tentang bio-material yang terdapat pada
The bar dimension are 6 mm in diameter and 450 mm in length. The weighing
spesies binatang. Penelaahan mendalam pada struktur dari material tersebut
applied on the bar was 100 grams, while the fixture types used were hinge – clamp
membawa kita pada isu bio-komposit yang secara alami sangat efisien. Sebagai
and hinge – hinge.
bahan komposit yang tersedia oleh alam, exoskeleton (rangka luar) dari arthropoda
The test results show that buckling force of aluminum with clamp – clamp
dan krustacea berfungsi tidak hanya secara mekanis tetapi juga kimiawi. Secara
fixture was largest than hinge – hinge and clamp – hinge fixtures. This is due to
kimiawi, exoskeleton ini merupakan sumber utama bagi tersedianya protein chitin
effective length of aluminum with such fixture is smallest than others so that it
yang memiliki aplikasi luas dalam kehidupan manusia. Apabila karakteristik dari
needs largest force to make buckling on the specimen.
bahan bio-komposit in telah sepenuhnya dipahami, tidak menutup kemungkinan
adanya tendensi untuk meniru atau men-simulasi sifat-sifat bahan tersebut.
Kata kunci: Gaya tekuk, aluminium, persamaan euler, dudukan engsel, dan
Walaupun, kegiatan riset berkenaan dengan bahan ini telah dimulai di seluruh
dudukan jepit.
dunia, Indonesia masih memiliki banyak kesempatan dengan mengedepankan bio-
Keywords: Buckling force, aluminum, Euler equation, hinge fixture and clamp
diversitivitas nasional. Kesempatan untuk riset dan pengembangan meliputi aspek
fixture.
fisika, kimia, dan sifat mekanis. Sebagai awal yang baik, studi kasus yang telah

dilakukan pada kutikula lobster Homarus Americanus akan dibahas secara

singkat.
REVIEW BIO-COMPOSITE MATERIALS AS THE POTENTIAL LINK

BETWEEN MATERIALS SCIENCE AND LIFE SCIENCE
Keywords: bio-composite material, chitin-protein, chitosan, Bouligand
STUDY CASE: EXO-SKELETON OF LOBSTER HOMARUS AMERICANUS
layers, epicuticle, exocuticle, endocuticle

Andika W. Pramono

Research Center for Metallurgy – Indonesian Institute of Sciences

Kawasan PUSPIPTEK – Serpong 15314 – Indonesia

E-mail: andika_pram@yahoo.com

KARAKTERISASI KOMPOSIT TITANIUM DENGAN PENGUAT
Intisari
PARTIKEL SILIKON KARBIDA HASIL PELEBURAN
Dalam tulisan ini akan dibahas hasil percobaan pengaruh penambahan
perak pada paduan pewter (Sn-Cu-Sb) terhadap kekerasan.
Gadang Priyotomo
Hasil percobaan menunjukkan semakin banyak penambahan perak pada
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
paduan pewter akan menaikkan kekerasan.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Kawasan Puspiptek Serpong
Abstract

This paper described about the experimental results of the effect of Ag
Abstrak
addition into Pewter alloy (Sn-Cu-Sb alloy) on hardness.

Material titanium dengan penambahan partikel SiC mempunyai
The experiments were carried out that by addition of Ag, the hardness of
karakterisasi sebagai material komposit. Penambahan konsentrasi partikel SiC
pewter alloy increase
dapat meningkatkan sifat bahan. Penambahan dengan variasi konsentrasi partikel

SiC 1% wt dan SiC 3% wt dilakukan dengan metode peleburan levitasi secara
KATA KUNCI : Paduan pewter, perak, kekerasan, hasil coran dan proses
vakum pada temperatur lebih dari 20000C
homogenisasi

Pada konsentrasi SiC 1% wt terlihat adanya paduan baru terbentuk

berupa paduan TiC dan Ti
RANCANG BANGUN PEMBUATAN ALAT UKUR SILINDER DENGAN
3Si sedangkan pada konsentrasi 3% wt, paduan TiC dan
Ti
KAPASITAS DIAMETER 2500 mm
3Si semakin tinggi kadarnya. Selain partikel SiC yang tidak terlarut, paduan TiC
dan Ti3Si juga sebagai penguat. Penguat-penguat ini berbentuk jaringan-jaringan
Budhy Basuki dan Djuhana
dan lamel-lamel.
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Abstract
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Titanium material with adding SiC particles have characterization as
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
composite material. The addition of particles of SiC concentration can increase
matter properties. The addition of SiC 1%wt and 3% wt concentration can be
Abstrak
conducted with method of levitation melting with temperature over than 20000C
Dalam pengukuran poros generator Pembangkit Listrik Tenaga Air sulit

The concentration of 1 % wt SiC is shown new alloys such as TiC and
dilaksanakan karena diameternya 2500 mm, presisi dan harus dilakukan di
Ti3Si in the other side the concentration of 3 % wt SiC, alloy of TiC and Ti3Si
tempat/di lapangan. Peralatan untuk itu tidak tersedia. Untuk mengatasi hal
increase gradually. Beside SiC particle that is insoluble, alloy of TiC and Ti3Si also
tersebut telah dibuat alat ukur untuk poros berdiameter 2500 mm. Pengukuran
are as reinforcement of titanium. These reinforcements have shape of network and
menggunakan sistem tiga titik ukur. Untuk mengetahui tingkat ketelitiannya
lamellas.
dilakukan komparasi dengan mesin tiga koordinat Coordinat Measuring Machine.

Komparasi dilakukan dengan membandingkan silindrometer dengan kalibrator.

Hasil komparasi menujukkan perbedaan cukup kecil yaitu 0,008 mm.
PENGARUH PENAMBAHAN PERAK TERHADAP KEKERASAN PADA
PADUAN PEWTER
Abstract

Bambang Sriyono *)
The measurement of generator shaft at HEPP is very difficult due to its
Praja Firdaus Setiawan **)
diameter (2500 mm), and shall be in situ/ at field. The equipment is not available.
*) Pusat Penelitian Metalurgi
For solving the problem, it has been made an instrument to measure 2500 mm
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
generator shaft. The measurement apply trigonal points system. The level of
Komplek Puspiptek Serpong
accuracy is then compared with Coordinat Measuring Machine. The comparison
**) Alumni Jurusan Mesin -ISTN
came from cylindrometer and calibrator measurements. The difference between

cyllindrometer ND calibrator result is 0,008 mm.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR-UNSUR MODIFIER Na, Ti DAN Sr
12600C menyebabkan tertahannya transformasi fasa α menjadi fasa ε martensit.
TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PADUAN Al–7%Si
Peningkatan holding time juga meningkatkan kadar fasa α (200).

Kekuatan luluh menurun seiring dengan meningkatnya temperatur anil pada
Saefudin
material. Pelarutan unsur unsur paduan juga harus diberikan perhatian besar
Pusat Penelitian Metalurgi
pada jaringan tubuh terutama unsur Molibdenum
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Kawasan Puspiptek Serpong
Abstract

Cobalt material particularly Co-Cr-Mo alloy have higher biocompability in
Abstract
human body, good mechanical properties, wear resistance and excellent corrosion

To increase the nature of mechanic at alloying Al-7%Si conducted by
resistance. The influence of heat treatment up to 12600C of temperature causes the
enhancing elements of modifier Na, Sr and Ti content which relative minimize.
retaining of phase transformation of α to ε phase of martensite. The increasing of
Result of attempt indicated that by a hardness, interesting strength, and assess
holding time also enhances α phase concentration.
higher impact from alloying Al-7%Si which is without conducted by addition of

Yield strength decreases with increasing annealing temperature on
element modifier. Use of better element modifier Ti and Sr from at use of element
material. The dissolving of alloy elements also must be given great attention in body
of modifier Na, because interesting stength and his hardness is higher. Use of
tissue particularly molybdenum.
element of modifier Sr can improve value of highest impact. But interesting strengh

and his hardness is lower the than at addition of element of modifier Ti.
PENGARUH VARIASI SUDUT NOZEL TERHADAP DISTRIBUSI UKURAN

BUTIRAN PADA PROSES ATOMISASI TIMAH PUTIH
Abstrak
I Nyoman Gede Putrayasa A dan Bambang Sriyono
Untuk meningkatkan sifat mekanik pada paduan Al–7% Si dilakukan
Pusat Penelitian Metalurgi
dengan cara menambahkan unsur-unsur modifier Na, Sr dan Ti dalam kandungan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
yang relatif kecil. Hasil percobaan ditunjukkan bahwa kekerasan, kekuatan tarik,
Komplek Puspiptek Serpong
dan nilai impak lebih tinggi dari pada paduan Al-7%Si yang tanpa dilakukan

penambahan unsur modifier. Penggunaan unsur modifier Ti dan Sr lebih bagus
Abstrak
dari pada penggunaan unsur modifier Na, karena kekuatan tarik dan

Telah dilakukan percobaan pembuatan serbuk timah dengan
kekerasannya lebih tinggi. Penggunaan unsur midifier Sr dapat meningkatkan
menggunakan metoda proses atomisasi semprot udara. Parameter proses yang
nilai impak yang paling tinggi. Tetapi kekuatan tarik dan kekerasannya lebih
divariasikan adalah sudut kemiringan nozel sebesar 30o dan 60o . Tekanan udara
rendah dari pada penambahan unsur modifier Ti.
yang dipakai berkisar antara 23 sampai 18 kg/cm2 dan temperatur lebur pada

keadaan konstan sebesar 400o C Hasil optimum didapat pada tekanan 22 sampai 18
PENGEMBANGAN MATERIAL KOBALT SEBAGAI MATERIAL
kg/cm2 dengan sudut kemiringan nozel sebesar 30o.
PENGGANTI FUNGSI TULANG PADA TUBUH MANUSIA

Abstract
Gadang Priyotomo

Have been done by making powder tin attempt by using method process
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
atomization spray air. Process parameter which the variation of inclination nozel
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
angle corner of equal to 30o and 60o . Air pressure weared to range from 23 until 18
Kawasan Puspiptek Serpong
constant molten kg/cm2 temperature in the situation equal to 400o C. Optimum

result was gained in pressure 22- 18 kg/cm2 with inclination nozzle angle corner of
Abstrak
equal to 30 o.

Material kobalt khususnya paduan Co-Cr-Mo mempunyai sifat
biokompatibilitas terhadap tubuh yang tinggi, sifat mekanis yang bagus, tahan
keausan dan ketahanan korosi yang baik. Pengaruh perlakuan panas hingga
PENGEMBANGAN SIMULASI UNTUK STUDI AWAL PENGARUH
PEMANFAATAN PASIR SILIKA
KETIDAKRATAAN PERMUKAAN JALAN DAN KECEPATAN TERHADAP
SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ENAMELS PORCELAIN
KUALITAS RIDE PADA TRAKTOR SEMI TRAILER

Iwan Setiawan
Iwan Dwi Antoro
Pusat Penelitian Metalurgi
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Komplek Puspiptek Serpong
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Abstrak
Salah satu sistem pelapisan yang umum digunakan untuk keperluan
Telah dilakukan penelitian mengenai pengembangan simulasi untuk studi
aplikasi alat-alat industri yaitu pelapisan dengan menggunakan enamels porcelain
awal pengaruh ketidakrataan permukaan jalan dan kecepatan terhadap kualitas
yaitu suatu jenis inorganic coating yang berbasis silika.
ride pada traktor semi trailer. Kualitas ride suatu kendaraan berhubungan dengan
Sampai saat ini bahan untuk pembuatan enamels ini sangat tergantung
kenyamanan yang dialami penumpang di dalam kendaraan. Salah satu faktor yang
pada impor, sedangkan Indonesia mempunyai banyak pasir silika dengan kualitas
mempengaruhi kualitas ride adalah vibrasi pada kendaraan. Vibrasi pada
cukup baik, sehingga sangat diperlukan penguasaan teknologi pemanfaatan pasir
kendaraan disebabkan berbagai macam sumber getar. Biasanya ketidakrataan
silika ini sebagai bahan untuk membuat enamels.
permukaan jalan merupakan sumber getar yang siknifikan yang mengeksitasi
Penelitian ini menitikberatkan pada pembuatan sistem enamels dan
getaran pada kendaraan. Untuk menilai kualitas ride traktor semi trailer maka
aplikasinya pada poduk yang berbasis baja dan besi cor. Karakterisasi yang
dikembangkan suatu model traktor semi trailer yang memiliki 12 derajat
dilakukan terhadap enamels yaitu menggunakan XRD, DTA dll.
kebebasan. Persamaan matematika dari model ini diturunkan dengan

menggunakan prinsip Hamilton dan dianalisa dalam domain frekuensi, yang
Kata kunci : enamels porcelain, pasir silika, oksida, pelapisan, aplikasi enamels
selanjutnya disimulasikan dalam program komputer dengan menggunakan

MATLAB.
Abstract
KOMPOSIT MATRIK LOGAM UNTUK BAHAN MOBIL
Have been conducted the research of the development of simulation for
preliminary study of the influence of road irregularities and velocity to the ride
Toni B. Romiyarso
quality of tractor semi trailer. The ride quality of vehicle is concerned to the
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
comfortness experienced by passenger in vehicle. One of the factors which
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
influences ride quality is vehicle vibration. Vibration on vehicle is caused by
Kawasan Puspiptek Serpong
various vibration sources. Generally, road irregularities are significant vibration

source which excitate the vibration of vehicle. To asses ride quality of tractor semi
Abstrak
trailer, have been developed a tractor semi trailer model which had 12 (twelve)
Komposit matrik logam (KLM) adalah bahan yang ringan dan merupakan
degree of freedom. Mathematical equation of the model is derived by using
material rekayasa yang dibuat dari penggabungan dua atau lebih material
Hamilton principle and to be analyse in frequency domain, then simulated in
konvensional yang mempunyai sifat-sifat lebih unggul bila dibandingkan dengan
computer program using MATLAB.
material pembentuknya. Material tersebut mempunyai matriks dan penguat yang

bermacam-macam. Keunggulannya antara lain mempunyai kombinasi yang bagus
Kata kunci : simulasi, ride, vibrasi, derajat kebebasan, Hamilton, MATLAB, ISO
dari ratio stiffness, kekuatan pada temperatur kamar dan temperatur tinggi,
2631, akar rataan kuadrat (root mean square / RMS), frekuensi,
mempunyai modulus spesifik, kekuatan lelah, ketahanan aus, ketahanan abrasi,
kerapatan spektrum daya (power spectral density / PSD)
ketahanan mulur dan konduktifitas panas yang tinggi. Karena sifat-sifat tadi,

material ini telah digunakan untuk pemakaian pada mobil dan motor (otomotif).

Pembuatan KML ini dilakukan dengan berbagai macam cara.
Abstract
Compatable hence when metal of pure Cu of stress relief of low the rest at his
Metal Matrix Composite (MMCs) is light substance and represents
excelsior reduce cold rol at metal of pure Cu of stress relief of low the rest at his
engineer materials consisting of two or more conventional materials and having
excelsior reduce cold rol at metal of pure Cu. This fact of pursuant to result of
pre-eminent nature when compared to individual material. MMCs has various
calculation of stress relief of is rest of and analyse his structure.
matrices and reinforcements. The advantage of MMCs includes a good

combination of stiffness ratio, low and high temperatur strength, specific madulus,
Abstrak
yield strength, wear resistance, abrasion resistance, ductile recelience and high

Telah dlakukan penelitian pengaruh presentase reduksi rol dingin
thermal conductivity. Based on these properties, the material has been used in cars
terhadap sifat mekanik dan tegangan sisa pada Cu murni. Hasil percobaan
and motorcycle (automotive). The manufacture of MMCs is done through various
ditunjukkan bahwa logam Cu murni mempunyai mampu bentuk yang sangat baik,
methods.
selama pengerjaan rol dingin, Cu murni tidak mengalami pengerasan regangan.
Peningkatan nilai reduksi tebal dari 25% sampai dengan 80%, kekuatan tarik,
KATA KUNCI : KML, matriks, reinforce, mobil, proses.
demikian juga nilai regangan hampir tidak mengalami penurunan, walaupun pada

reduksi yang paling tinggi. Hasil perhitungan banyak butir ditunjukkan bahwa
PENGARUH REDUKSI ROL DINGIN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN
peningkatan reduksi tebal dari 25% hingga 80% diikuti dengan peningkatan
TEGANGAN SISA PADA MATERIAL Cu MURNI
banyak butir. Pengerjaan rol dingin Cu murni mengalami rekristalisasi. Adanya
proses rekristalisasi dalam pengerjaan rol dingin pada Cu murni, disebabkan

karena proses gesekan antara komponen rol dan pelat logam Cu murni, sedemikian
Saefudin
hingga pelat logam Cu murni menerima panas pada suhu diatas suhu
Pusat Penelitian Metalurgi
rekritalisasi.Pada perolehan tegangan sisa hasil rol dingin dari reduksi semakin
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
tinggi hasil tegangan sisa rendah, berdasarkan perhitungan. Tetapi ditinjau dari
Kawasan Puspiptek Serpong
struktur mikro hasil ini cocok, sebab pada hasil pengerolan dingin logam Cu murni

mengalami rekristalisasi, rekristalisasi ini di sebabkan oleh terjadinya gesekan dan
Abstract
tekanan tinggi antara rol dan benda kerja sehingga timbul panas cukup tinggi yang

Have been conducted by a influence presentase research reduce cold rol to
melampoi batas rekristalisasi logam Cu murni yaitu 121oC. Dan rekristalisasi ini
nature of stress relief and mechanic of is rest of pure metal Cu. Result of attempt
yang terjadi tidak akan merusak susunan atom, hingga cacat atom atau slip, sebab
indicated that by pure metal Cu do not experience of strain ossification. Make up of
bila mengalami hal tersebut akan timbul tegangan sisa tetapi pada rekristalisasi
thicle discount value from 25% up to 80%, interesting strength, and so do assesss.
atom tersusun teratur menjadi butir baru yang tidak menimbulkan tegangan sisa
Strain only just experience of degradation, although at highest discount.
tersebut. Maka cocok bila logam Cu murni tegangan sisanya rendah pada semakin
Improvement from 25% tile 80% foloeed with improvement of a lot of item ,cold
tingginya reduksi rol dingin pada logam Cu murni.Ini fakta berdasarkan
work ship rol of pure Cu experient of rekristalization. Existence process
perhingan tegangan sisa dan analisa strukturnya.
rekristalization in workmanship of cold rol at pure Cu, in such a way till sheet

metal of pure Cu accep heat at temperature of is above temperature rekristalization.
PENGARUH PANAS PADA NANOSTRUKTUR MATERIAL PADUAN
At acquirement of stress relief of is rest of result of cold rol from discount of
LOGAM DAN NANOKOMPOSIT LOGAM ANTIKOROSI
excelsion resolt of stress relief of low remainns, pursuant to calculation. But

evaluated from micro structure result of this compatible, cause at result of cold
Sahlan
roled metal of pure Cu experient of rekristalization, this rekristalization because of
P3TIP, BPPT
the happening of friction and high pressure of between rol and object work so that
Fakultas Teknik, Universitas Krisnadwipayana
arise high heat enough which to passe of boundry of rekristalization metal of pure

Cu that is 121oC. and this rekristalization that happened will not destroy atom
Abstract
formation, till handicap of atom or slipe cause of when experiencing of the
In most of studies involving nanocrystalline materials (NsM), the value of
mentioned will arise stress relief of is rest of but at rekristalization of atom lapped
n is different from the value of 0,5, deduced from the parabolic relationship for
over regular become new item is wihich do not generate stress relief of the remains.
grain growth. Thus, in addition to zener drag (where a particle interacts with the
tough the component as a whole shows high impact strength. Owing to the
grain boundary to reduce the energy of the boundary-particle system and restrains
development of compressive stresses in the surface layers during the case-
the boundary movement, other mechanisms such as pinning of grain boundaries by
hardening treatment the fatique strength of the steel is also increased.
pores, solute atoms or inclusions may also be operative. The fact that pores and
Carburization is effected either in solid media (carburizing compounds), in salt
impurity doping have cosiderable effect on the grain growth characteristics was
baths or in gases at temperatures normally between 825oC and 925oC. The
demonstrated in TiO2. For an initial grain size of 14 nm, when the porosity was
transport of carbon from the carburizing medium always takes place via a gaseous
about 25%, the grain size (after annealing for 20 h at 700o C) was 30 nm. When the
phase, usually carbon monoxide (CO). The active carburizing agent in a salt bath is
porosity was reduced to abaot 10%, the grain size for a similar annealing treatment
sodium cyanide (NaCN) or potassium cyanide (KCN). It is believed that the
was dramatically increased to 500 nm. Elevated temperatures seem to affect the
carburization proceeds via gaseous phase. The first reaction takes place at the
microstructure of NsM by one or both of the following two types of processes grain
interface between the salt bath and the atmosphere; the other two reactions take
growth or/and temperature-induced variations of the atomic structure.
place at the interface between the salt bath and steel. Some of nitrogen liberated by

reaction is also taken up by the steel.
Kata Kunci: Material Nanostrukutral (NsM),nanokomposit, pertumbuhan butiran,

struktur atomik.
Kata Kunci : Baja karbon rendah, Karburisasi, sodium sianida

USAHA PENGGUNAAN BAHAN BAKU BIJIH BESI LOKAL SERTA
SISTEM DAN APLIKASI
PEMANFAATAN FINNES PELLET DAN SCALE SEBAGAI BAHAN BAKU
PROTON EXCHANGE MEMBRANE FUEL CELL (PEM FC)
ALTERNATIF PEMBUATAN BESI SPONS DENGAN REDUKTOR

BATUBARA DAN GREENCOKE

Soesaptri Oediyani, Ir., ME.,Anistasia Milandia, ST,Nina Nopertina, ST

Jurusan Teknik Metalurgi Fakultas Teknik
Murni Handayani
Universitas Sutan Ageng Tirtayasa
Pusat Penelitian Metalurgi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
KARBURASI PERMUKAAN BAJA KARBON RENDAH DALAM
Kawasan Puspiptek Serpong
PERENDAMAN GARAM SODIUM SIANIDA (NaCN) ATAU POTASIUM

SIANIDA (KCN)

Sahlan

Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Abstrak
P3TIP-BPPT
Dengan semakin meningkatnya harga bahan bakar minyak saat ini

diperlukan suatu pemikiran untuk mencari sumber energi alternatif yang lebih
Abstract
efisien dan lebih menguntungkan. Sumber energi fuel cell mempunyai efisiensi
Low-carbon, or mild, steels are produced in greater tonnages than all other
tinggi dan ramah lingkungan yang dapat menjadi kandidat untuk menggantikan
steels combined. Mild steels is cheap, soft, ductile, and readily welded. However, it
mesin pembakaran internal. Fuel cell adalah suatu peralatan elektrokimia yang
cannot be heat-treated. Mild steels are used to produce car bodies, appliance,
mengkonversikan energi kimia dari reaktan secara langsung yang menghasilkan
bridges, tanks and pipe. Low-carbon steels (content 0,05-0,32%C), which as a rule
listrik, panas dan air. Salah satu tipe fuel cell adalah PEMFC (Proton Exchange
are readily machinable, can have their surface layers carburized and subsequently
Membrane Fuel Cell), beroperasi pada temperatur 30°C sampai 80°C dan
hardened. This treatment, called case hardening, gives the steel a hard and wear-
menggunakan membran elektrolit sebagai Proton Exchange Membrane (PEM).
resisting surface or case. By virtue of the core remaining comparatively soft and
Dalam sel tunggal PEM Fuel cell terdiri dari empat komponen dasar yaitu
membran, elektroda, lapisan difusi gas dan plat bipolar yang mana keempat
Surface hardening test of low carbon steel by solid vanadization process
komponen tersebut sebagai fungsional utama untuk terjadinya reaksi dan
has been done, and aimed to increase the hardness and wear resistance of its
bekerjanya fuel cell. PEM FC banyak diaplikasikan terutama pada industri
surface. The materials used for the test were the mixed powder: Fe-V, NH4Cl and
automotif dan peralatan elektronik portable.
Al2O3. Parameter codition of the tests were various, such as 800oC and 875oC with

holding time for 1, 3 and 5 hours. The test result shows that the hardness can be
Abstract
increased to 464 HV or increase 185 % and wear resistance to increase 49,2 %
In this time, with growing of oil fuel price is needed an idea to look for
respectively their initial. The parameter codition for this achievement is 875oC for
alternative energy source which having more efficient and beneficial. Energy
temperature and 5 hour holding time.
source of fuel cell having high efficiency and environment friendly able to become

candidate to replace internal combustion engine. Fuel Cell is an electrochemical
KATA KUNCI :
energy conversion device of reactant directly that produces electricity, heat and
Poses vanadisasi, besi cor kelabu, kekerasan ketahanan aus.
water. PEM FC (Proton of Exchange Membrane Fuel Cell) is one of fuel cell

operating on temperature 30°C until 80°C and use electrolyte membrane as Proton
SIMULASI KOMPUTER PEMBENTUKAN LEMBARAN LOGAM (DEEP
Exchange Membrane (PEM). In single cell of PEM Fuel Cell consist four
DRAWING)
fundamental component that is membrane, electrode, gas diffusion layer and
bipolar plate which fourth component mentioned as especial functional to the
Gadang Priyotomo
happening of reaction and work of fuel cell. Application of PEM FC is especially at
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
automotive industries and equipments of electronic portable.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Kawasan Puspiptek Serpong
Keywords : Alternative energy, Fuell Cell, PEMFC

Abstrak
PENINGKATAN KEKERASAN DAN KETAHANAN AUS BAJA KARBON
Proses pembentukan lembaran logam khususnya deep drawing
RENDAH MELALUI PROSES VANADISASI PADAT
membutuhkan desain peralatan yang akurat dan presisi dalam menghasilkan

produk yang optimal. Proses ini dapat dilakukan dengan simulasi komputer untuk
Bintang Adjiantoro dan Toni B. Romiyarso
analisa desain. Metode simulasi komputer menggunakan metode elemen hingga.
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
Sehingga ini dapat mempercepat proses produksi dan mengurangi biaya produksi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
khususnya disain perencanaan di bidang industri manufaktur kendaraan bermotor.
Kawasan Puspiptek Serpong
Abstract

Process of metal sheet forming especially deep drawing needs design of tool
Abstrak
accurately and precisely in producing the optimally product. This process can be
Pengerasan permukaan terhadap baja karbon rendah dengan proses
done with computer simulation to analyze a design. Method of computer
vanadisasi padat telah dilakukan, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan
simulation uses finite element method (FEM). So this can increases process of
kekerasan dan katahanan aus. Bahan yang digunakan pada percobaan adalah
production and reduces cost of product especially the planning of design in industry
campuran serbuk: Fe-V, NH4Cl dan Al2O3. Variasi kondisi parameter suhu
of automobile manufacture.
pemanasan adalah 800oC dan 875oC dengan waktu penahanan selama; 1, 3 dan 5
jam. Dari percobaan tersebut diperoleh capaian peningkatan nilai kekerasan, yaitu

464 HV atau naik 185 % dan ketahanan aus naik 49,2 % terhadap bahan awal.
PENGARUH ANALISA PENAMPANG BENTUK RISER TERHADAP
Kondisi parameter ini dicapai pada suhu 875oC dengan waktu penahanan 5 jam.
CACAT PENGECORAN LOGAM ALUMINIUM

Budhy Basuki dan Djuhana
Abstract
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
Kesetaraan SC 80 menurut standarisasi JIS (Japanese Industrial Standard) WES

3001-1970: WH 80, dengan komposisi kimia (%) ≤ 0,18 C, 0,08 P, 0,69 S
Abstrak
menunjukkan bahwa bahan baja cor ini sangat baik untuk disambung las.
Porositas pada pengecoran logam dapat disebabkan terjadi kegagalan
Pertimbangan lain dalam pemilihan SC 80 sesuai dengan standar JIS G 5103-
fungsi pada riser untuk mengantisipasi penyusutan. Pada penelitian ini bermuara
1978 adalah karena bahan ini mempunyai kekuatan yang tinggi yaitu sekitar 80
untuk mengetahui pengaruh bentuk penampang riser terhadap cacat pengecoran.
kg/mm2 yang cukup kuat menahan beban gerak dinamis Tank PT 76. Proses
Struktur penampang riser yang dibandingkan adalah bentuk bulat dan segi empat.
pembuatan dengan cor akan lebih mudah bila dibandingkan menggunakan baja
Dalam pengecoran media yang digunakan adalah dengan cetakan pasir. Hasil
konstruksi St 80 yang proses pembuatan dilakukan dengan berbagai tahapan
yang di dapat dalam bentuk penampang riser sangat berpengaruh terhadap
pekerjaan yang tentunya tidak efisein dan mahal.Tahapan kegiatan peneliatian
terjadinya cacat coran.
masing-masing: analisa perilaku mampu las dengan metalografi dan analisa kimia.

Hasil analisis foto mikroskop dengan pembesaran 200x menunjukkan bentuk
Abstract
struktur mikro dari martensit atau struktur mikro dari bainit halus dan martensit,
Porosity to defect steel may be propagated by to the faillure of riser to
artinya besi cor kupingan telapak rantai tank mempunyai kekuatan dan mampu las
antivitasion shrinkage rates. To this researsh is to akses the influence of the riser to
tinggi. Bila terbentuk struktur ganda tersebut diatas maka bainit akan terbentuk
porouns defect. Structure section of riser to be compared is between circle shape
lebih dahulu yang dalam pertumbuhannya akan membagi-bagikan butir-butir
and rectangular. The casting to the experience proses is used sand casting. The
austenit menjadi belahan yang lebih kecil dari pada butir-butir mertensit tunggal.
research result shows that section of riser investigate influence to the porosity sand
Hasil kajian ini diharapkan untuk mendukung proses penelitian pembuatan
casting defect.
telapak rantai tank lebih lanjut.

PENELITIAN PEMBUATAN KUPINGAN TELAPAK RANTAI TANK PT 76
Kata Kunci: Telapak Rantai Tank, Tank PT-76, Baja Cor SC 80, JIS G 5103-1978)
DARI BAJA COR SC 80 TERHADAP MAMPU LAS

KAJIAN PROSES EKSTRAKSI UNSUR BESI
Sahlan
DARI PASIR KUARSA
Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

P3TIP,BPPT
Eko Sulistiyono, S.T

Pusat Penelitian Metalurgi
Abstrak
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Retrofit Tank Pt-76 oleh TNI adalah usaha untuk tetap dapat
Kawasan Puspiptek Serpong
memberdayakan Tank Pt-76 sebagai alat utama TNI. Salah satu komponen (spare

parts) yang paling sering diganti karena faktor kerusakan/umur pakai adalah
Intisari
penggantian telapak rantainya. Telah dilakukan berbagai terobosan untuk
Adanya unsur pengotor pada pasir kuarsa berakibat pada rendahnya mutu
membuat telapak rantai tank hasil produksi dalam negeri, untuk itu dilakukan
pasir kuarsa. Unsur pengotor berupa oksida besi berpengaruh pada proses
penelitian untuk membuat prototype telapak rantai tank Pt-76. Studi atau kajian
pembuatan keramik dan gelas dari bahan pasir kuarsa. Pada penelitian ini akan
ilmiah untuk membuat telapak rantai tank yang murah dan mudah sdudah banyak
dikaji proses ekstraksi pasir kuarsa dari daerah Tuban yang memiliki kasar oksida
dihasilkan, salah satu cara yaitu membuat bagian kupingan secara terpisah
besi yang tinggi. Proses ekstraksi dilakukan terhadap pasir kuarsa dari Tuban
dengan bagian telapaknya dan kemudian dilakukan sambungan las. Ini tentu
dengan menggunakan pelarut air dilakukan secara bertingkat.
berbeda dengan telapak rantai tank aslinya (Rusia) yang dibuat secara utuh tanpa

sambungan. Penelitian pembuatan kupingan telapak rantai tank dari baja cor
Abstract
karbon rendah SC (Steel Casting) 80 dengan pertimbangan bahwa baja cor SC 80
Impurities element existence of sand kuarsa cause at low quality of Quartz
murah, efisien, mempunyai sifat mampu las tinggi, mampu bentuk yang tinggi.
sand . Impurities element in the form of iron oxide have an in with the process of
ceramic and glass from quartz sand substance. This research will be studied by
struktur lain pada umumnya bejana tekan pun bisa mengalami kerusakan, baik itu
process extraction quartz sand from area Tuban owning harsh of high iron oxide.
berupa kerusakan fisik yang dikarenakan beban yang diterimanya atau
Extraction process done to quartz sand kuarsa from Tuban by using water soluble
dikarenakan korosi yang terjadi. Dari kegagalan – kegagalan bejana tekan yang
done multi stage extraction.
sering terjadi, kegagalan dikarenakan kesalahan dalam proses perancangan akan

sangat menentukan
Kata Kunci : ekstraksi, Pasir kuarsa, Pengotor, Oksida besi

ANALISIS TEGANGAN CANGKANG PADA INTZE TANK SECARA
Keywords : vessel, tegangan, cangkang, intze tank
ANALITIK

ANALISIS KUANTITATIF CAMPURAN SERBUK SiO
Dedi Irawan
2 dan Ca(OH)2
DENGAN DIFRAKSI SINAR X (XRD)
Pusat Penelitian Metalurgi
MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN LANGSUNG
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Komplek PUSPIPTEK Gedung 470 Cisauk
Murni Handayani dan Iwan Setiawan
Tangerang, Banten 15314
Pusat Penelitian Metalurgi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstract
Kawasan Puspiptek Serpong
A shell is considered to be a surface structure; one from other dimensions

is too small to compare the other. This structure is constructed as curve or folded
Abstrak
surface so that the axial forces of shell become resistance of tension it is very
Penelitian analisa kuantitatif dengan diffraksi Sinar-X (XRD) telah
important. Study for shell as basis for the understanding of pressure vessel which is
dilakukan menggunakan metode perbandingan langsung untuk menentukan R dan
used in our industries. Pressure vessel used to materials storage for dilution or gas
fraksi volume dari campuran serbuk SiO
before processing or after processing such as reactor, mixer, tank, etc.
2 dan Ca(OH)2. Percobaan dilakukan
terhadap 3 sampel yaitu sampel I dan II adalah campuran serbuk SiO
Pressure vessels have a special design to accept large pressure with very
2 dan
Ca(OH)
small thickness if compared to vessel for nominal size. Like other structure can
2 dengan perbandingan berat 40% : 60% dan 50% : 50%. Sedangkan
sampel III belum diketahui perbandingan beratnya. Penentuan harga R dilakukan
occurred a damage and physical damage pressure vessel because of accepting over
dengan menggunakan metode perbandingan langsung dari 2 sampel yaitu sampel I
pressure or corrosion. From many failures of pressure vessel which occurred, very
dan II yang kemudian harga R yang diperoleh digunakan untuk menghitung fraksi
important to consent for failure from pressure design.
volume pada sampel III. Hasil pengukuran Difraksi Sinar X sample I dan II

Abstrak
menunjukkan puncak-puncak dari SiO2 dan Ca(OH)2 dengan sudut refleksi (2θ)
Sebuah cangkang tipis (shell) dianggap sebagai struktur permukaan, satu
dan jarak-d yang spesifik. Puncak yang diambil yang mempunyai intensitas tinggi
dari beberapa dimensinya jauh lebih kecil dibanding dengan yang lain. Struktur ini
untuk identifikasi puncak dan bidang (hkl) dengan acuan pada referensi. Bidang
dikonstruksi sebagai kurva atau permukaan yang dilipat sehingga gaya aksialnya
yang sama antara SiO2 dan Ca(OH)2 dibandingkan dan diperoleh 3 bidang yang
menjadi sistem penahan tegangan yang sangat penting. Tujuan dari studi tentang
sama yaitu 101,110 dan 100 yang kemudian dilakukan perhitungan harga R . Hasil
cangkang tipis adalah sebagai dasar untuk pemahaman tentang bejana tekan yang
menunjukkan bahwa pada bidang yang sama diperoleh harga R yang sama atau
banyak digunakan dalam dunia industri kita. Bejana tekan berfungsi sebagai alat
adanya perbedaan yang tidak berarti. Harga R ini digunakan untuk perhitungan
penyimpan bahan / material berbentuk cairan atau gas baik itu sebelum, setelah
fraksi volume sample III. Hasil perhitungan diperoleh fraksi volume SiO2 adalah
atau sedang diproses, seperti reaktor, pencampur, tangki dan lain – lain.
0.66 dan Ca(OH)2 adalah 0.34
Bejana tekan memiliki kekhususan tertentu dibanding dengan struktur
Abstract
lain yaitu mampu menerima beban besar berupa tekanan dengan ketebalan dinding
Research of quantitative analysis with X-Ray Diffraction (XRD) have been
yang cukup tipis dibandingkan dengan ukuran nominal bejana itu sendiri. Seperti
done by using direct comparison method to calculate R and volume faction of
powder mixtures SiO2 and Ca(OH)2 . Experiment done to 3 sample that is sample I
and sample II is mixture of powder SiO2 and Ca(OH)2 with weight comparison 40%
Hal ini disebabkan oleh terbentuknya fasa FeAl3 dan Mg2Al3 yang berperan dalam
: 60% and 50% : 50%. While weight comparison of sample III not yet known.
meningkatkan kekerasan bahan.
Determination of R value done by using direct comparison method from 2 sample

that is sample I and sample II, then R value obtained to be used to calculate volume

faction at sample III Result measurement of X-Ray Diffraction of sample I and II
Abstract
show peaks of SiO
The ultimate tensile strength of a material is the maximum amount of
2 and Ca(OH)2 with reflection angle (2θ) and d-spacing which
was taken specific. Peaks having high intensity to identify peaks and area (hkl) with
tensile stress that it can be subjected to before it breaks, while elongation is change
compare at reference. The same area SiO
in the length of a line segment in a deformed body and is an important mechanical
2 and Ca(OH)2 compared to calculate R
value and obtained 3 same area that is 101,110 and 100, then calculate R value.
characteristics of casting material to be known. This characteristic indicates the
Result indicate that at same area will be obtained of R value is same or existence of
elesticity or hardness of the materials. The harder material indicates the larger
meaningless difference. Then, R value is used to calculate volume faction of sample
ultimete tensile strength and the smaller elongation.
III. Calculation result obtained that volume fraction SiO
This research decribes the measurement of ultimete tensile strength and
2 is 0.66 and Ca(OH)2 is
0.34.
elongation on a materials that is made of as cast Al – Mg alloys with Mg 3-9% to be

used for seal ring of electrical generator. The measurement was performed by
Keywords : Quantitative analysis, X-Ray Diffraction, Direct comparison method
applying tensile force to the materials untill the bar was broken. The change in the

length of the bar can be identified by measuring the length after the bar is rejoined.
PENGUJIAN KEKUATAN TARIK DAN REGANGAN PADUAN AS CAST Al
The test shows that the UTS inceases and elongation decreases as
– Mg DENGAN KADAR Mg 3-9% UNTUK SEAL RING GENERATOR
increasing of Mg content in the alloys. This is due to the formation of FeAl3 and
LISTRIK
Mg2Al3 phase which roles to increase hardness of the materials.

Bambang Herlambang, Djuhana, Bambang Nurwasito
Kata kunci:Kekuatan tarik, regangan, paduan Al – Mg, dan seal ring.
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Keywords:Ultimate tensile strength, elongation, Al – Mg alloys and seal ring.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
PERANCANGAN BEJANA BERTEKANAN UNTUK ALAT UJI TEGANGAN

DAN REGANGAN
Abstrak

Kekuatan tarik didefinisikan sebagai kemampuan maksimum suatu bahan
Bambang Herlambang, Djuhana
dalam menahan gaya tarik yang dikenakan pada kedua ujungnya. Sedangkan
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
regangan adalah pertambahan panjang suatu batang setelah pada batang tersebut
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
dikenakan gaya tarik pada kedua ujungnya. Kekuatan tarik dan regangan
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
merupakan sifat mekanis material hasil coran yang penting untuk diketahui.

Dengan mengetahui kekuatan tarik dan regangan suatu bahan maka dapat
Abstrak
diketahui tingkat elastisitas atau kekerasan bahan tersebut.
Bejana bertekanan merupakan barang teknis yang digunakan sebagai
Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kekuatan tarik dan regangan
penyimpan fluida dengan tekanan lebih dari 0.7 atm. Bejana bertekanan banyak
suatu batang uji yang terbuat dari paduan as cast Al – Mg dengan kadar Mg 3-9%
ditemukan di industri kimia, gas, uap dan sebagainya. Bejana tersebut dirancang
yang digunakan untuk seal ring generator listrik. Pengukuran dilakukan dengan
sedemian rupa sehingga mampu menahan beban tekanan yang ada didalamnya.
memberikan gaya tarik hingga batang uji putus. Pertambahan panjang batang
Untuk mengetahui kekuatan bejana bertekanan maka diperlukan proses pengujian.
diukur setelah batang uji yang putus tersebut disambung kembali.
Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan pengujian bejana
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik meningkat dan
bertekanan dengan bahan mild steel untuk keperluan pengujian regangan dan
regangan bahan menurun seiring dengan meningkatnya kadar Mg dalam paduan.
tegangan. Bejana yang dibuat sebanyak tiga buah oleh tiga pembuat yang berbeda
dengan dimensi diameter 500 mm, tinggi 500 mm dan tebal dinding 2.8 mm.
Pengelasan yang digunakan adalah pengelasan tahanan listrik. Pengujian
dilakukan dengan menggunakan pompa uji dan alat ukur tekanan. Tekanan yang
diberikan adalah 0 – 25 kg/cm2 dengan arah pengukuran meningkat dan menurun.
Analisa dilakukan terhadap kemampuan fisis bejana dalam menahan tekanan yang
diberikan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa bejana A dan B mampu menahan
beban tekanan hingga 25 kg/cm2. Sedangkan bejana C hanya mampu menahan
beban hingga 9 kg/cm2. Hal ini disebabkan adanya keretakan pada bagian las-
lasan sambungan.

Abstract
Pressure vessel is technical products that are used as reservoir of fluid
containing pressure above 0.7 atm and is widely used in chemical industries, gasses,
vapor etc. the pressure vessel is designed such as so that able to retain the pressure
being given. The testing is necessary to be done to know the performance of a
pressure vessel.
This paper discusses design and testing on a mild steel-based pressure
vessel made for strain and stress testing purpose. There are three pressure vessel
which are constructed by different manufacturer with dimension 500 mm in
diameter, 500 mm in height and 2.8 mm in thickness. The welding used for joint
part is electrical resistance welding. The testing was done using water pump and
pressure gauges. The pressure being given is 0 – 25 kg/cm2 with increase and
decrease measuring direction. The analysis is emphasized on physical performance
of the pressure vessel under test to retain the pressure being given.
The test results show that pressure vessel A and B are able to retain the
pressure up to 25 kg/cm2, while pressure vessel C was only able up to 9 kg/cm2. this
is due to the fracture occurred on joint welding.
Kata kunci:bejana bertekanan, pengelasan tahanan listrik dan pengujian regangan
– tegangan.
Keywords:pressure vessel, electrical resistence welding, and strain – stress testing.

About these ads

Komentar ditutup.