Peredaran besi baja yang tidak memenuhi SNI, baja banci, meresahkan masyarakat

Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 14 Oktober, selalu diperingati sebagai hari standar dunia atau “World Standards Day” dan di Indonesia diperingati pada Bulan November sebagai peringatan “Bulan Mutu Nasional”.

Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 14 Oktober, selalu diperingati sebagai hari standar dunia atau “World Standards Day” dan di Indonesia diperingati pada Bulan November sebagai peringatan “Bulan Mutu Nasional”. Tema yang diangkat selalu berubah setiap tahunnya. Tahun ini yang menjadi tema adalah “Standar untuk Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Kehidupan yang Lebih Baik” atau “Standards For Sustainable Development And Better Life” . Tema ini diangkat sebagai perhatian kita dalam menghadapi pemanasan global dengan mengarah kepada pembangunan dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk hemat energi, ramah lingkungan, aman, nyaman dan sehat, tema ini diangkat terkait dengan tema hari standar dunia yaitu “Intelegent And Sustainable Buildings”.

Untuk memberikan Informasi kepada masyarakat, BSN melakukan dialog interaktif melalui media telesivi. TVRI ditunjuk karena merupakan televisi yang mampu menjangkau pemirsa hingga ke pelosok nusantara. Hal ini penting dilakukan sebagai upaya untuk memberikan informasi terutama mengenai standardisasi kepada masyarakat luas. Sebagai narasumber dari BSN hadir Dra. Dewi Odjar Ratna Komala, MM, Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, dan Dr. Ir. Anita Firmanti, MT, Kepala Pusat Litbang Pemukiman, Balitbang – Departemen Pekerjaan Umum.

Acara yang disiarkan langsung dari studio 7 TVRI ini dipandu oleh presenter Donny berbicara tentang bagaimana kesiapan Indonesia dalam merespon pesan Hari Standar Dunia dan tema Bulan Mutu Nasional dikaitkan dengan bangunan yang ramah lingkungan. Dewi menjelaskan tentang bagaimana sejarah world standards day dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya standar dalam kehidupan. Di Indonesia perkembangan standardisasi di bidang konstruksi dan bangunan sudah cukup baik, namun penerapannya BSN tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan partisipasi dari seluruh elemen mulai dari produsen, pemerintah, para pakar dan masyarakat sebagai konsumen untuk ikut berperan serta dan mengawasi penerapan standar tersebut sehingga kedepan tidak adalagi kecelakaan dan pencemaran lingkungan terkait dengan bangunan, ujar Dewi.

Terkait dengan bangunan, Anita menjelaskan bahwa saat ini pemanasan global sedang melanda dunia sehingga pemerintah harus segera merespon dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang aplikatif untuk menjawab konsep sustainable building tersebut, misalnya perencanaan tata ruang kota. Jauh sebelum adanya tema ini sebetulnya aturan-aturan untuk mencegah dampak lingkungan sudah ada seperti: IMB, AMDAL, standar bahan-bahan bangunan dan lain sebagainya. Namun dalam hal pengawasnya yang justru sangat lemah, seperti penggunaan besi baja, apakah sudah memenuhi SNI atau belum, bagaimana pemasangan instalasi listrik, penggunaan semen dan lain sebagainya sehingga peran serta masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan.

Dialog ini mendapat respon yang besar dari masyarakat, hal ini dilihat dari animo masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Umumnya mereka menyarankan kepada BSN dan Departemen PU untuk lebih memperketat lagi standar bangunan, banyak kejadian dimana rumah yang diperoleh dengan cara menyicil namun belum sampai satu tahun sudah rusak sehingga konsumen sangat dirugikan. Selain itu masyarakat juga mengkhawatirkan peredaran besi baja yang tidak memenuhi SNI (baja banci) sehingga sangat meresahkan mengingat akhir-akhir ini di Indonesia sering terjadi gempa bumi. Masyarakat menghimbau kepada BSN untuk mensosialisasikan standar tidak saja di kota-kota besar namun juga sampai ke kota-kota kecil sehingga masyarakat menjadi lebih pintar dalam memilih atau menggunakan standar dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penutupnya, Dewi menyampaikan pesan bahwa standar harus menjadi sikap hidup kita dalam kegiatan sehari-hari sehingga kualitas hidup kita bisa lebih baik.

(Sumber : BSN.go.id)

Komentar ditutup.