Megaproyek Kalla-Chairul Tanjung Segera Terwujud

JAKARTA, KOMPAS.com — Cita-cita Chairul Tanjung dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendirikan kawasan wisata terpadu, termasuk hiburan indoor terbesar di Asia, segera terwujud.

JAKARTA, KOMPAS.com — Cita-cita Chairul Tanjung dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendirikan kawasan wisata terpadu, termasuk hiburan indoor terbesar di Asia, segera terwujud. Selasa (8/9) mendatang, Chairman Para Group itu akan mendampingi Jusuf Kalla meresmikan sebagian proyek itu.

“Untuk tahap awal kami akan resmikan Trans Studio Theme Park-nya dulu,” kata Chairal Tanjung, Direktur Para Group yang juga adik Chairul Tanjung. Sementara Trans Studio Walk (pusat perbelanjaan), menurut Chairal, baru akan beroperasi mulai Juni 2010.

Fasilitas berikutnya adalah Trans Studio Hotel dan Residential serta fasilitas rekreasi pantai. Total, kawasan wisata terpadu itu luasnya 24 hektar di Tanjung Bunga, Makassar.

Untuk proyek raksasa yang secara keseluruhan menyedot investasi lebih dari Rp 3 triliun ini, Chairul bergandengan dengan Kalla mendirikan PT Trans Kalla Makassar (TKM) pada 2007 lalu. Di perusahaan patungan ini, Para Group menanggung pembiayaan proyek. Sementara Kalla Grup adalah penyedia lahan. “Saham kami 55 persen, Kalla 45 persen,” kata Chairal.

Selain faktor lahan milik Kalla, Para Group memilih Makassar karena menilai “Kota Angin Mamiri” ini berprospek cerah. “Beberapa tahun terakhir ini GDP Makassar selalu lebih tinggi daripada rata-rata GDP nasional,” katanya.

Pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman BRI sebesar 50 persen. Sisanya dari utang dari bank lain serta kas internal perusahaan.

Belanja yang terbesar mengalir ke proyek taman hiburan indoor Trans Studio Theme Park. “Untuk wahana bermain itu kami menghabiskan sekitar Rp 1 triliun,” kata Chairal.

Budiman Wijaya, Direktur TKM, menjelaskan, di Theme Park tersebut tersedia 20 wahana permainan yang terbagi dalam empat zona. Dana untuk pengadaan alat permainan sendiri sudah mencapai sekitar Rp 300 miliar.

Namun, Chairal optimistis proyek ini akan menguntungkan. Rencananya, harga karcis masuk ke fasilitas ini rata-rata Rp 100.000 per orang.

(Sumber : Kompas.com)

Komentar ditutup.