Produk Baja dan Obat Terancam FTA dengan India

Jakarta – Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui kesepakatan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan India bukannya tidak membawa kekhawatiran.

Jakarta – Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui kesepakatan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan India bukannya tidak membawa kekhawatiran. Setidaknya ada beberapa sektor produk dari India yang menjadi kekhawatiran dengan India yaitu produk baja dan obat-obatan asal India.

“Kalau dengan FTA dengan India, mungkin yang dikhawatirkan produk besi baja, obat-obatan,” kata Mari saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa malam (18/8/2009).

Meskipun begitu, kata Mari, masalah FTA harus dilihat bukan hanya dari sisi perdagangannya saja namun harus dilihat juga dari sisi peluang investasinya. Mengingat India cukup unggul di sektor baja dan obat-obatan.

“Bagaimana kita menarik investasinya, dengan memproduksi di sini dengan memberikan nilai tambah,” jelas Mari.

Dari sisi perdagangan, lanjut Mari, kedua negara bersepakat untuk meningkatkan nilai perdagangannya dari saat ini hanya US$ 10 miliar. Sedangkan dari sisi investasi, negeri Hindustan tersebut juga telah banyak berinvestasi di sektor baja misalnya kelompok Mittal sudah berinvestasi di Surabaya.

Sedangkan untuk sektor permesinan tekstil, kerajinan, informasi teknologi (IT), power plant, India sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi dan bekerjasama dengan Indonesia.

Mari juga mengatakan masalah FTA dengan India harus dilihat secara keseluruhan, yaitu perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN bukan hanya semata-mata antara India dengan Indonesia saja.

“Kalau lihat perdagangan, jangan hanya lihat India Indonesia, tapi ini kan ASEAN secara keseluruhan,” katanya.

(Sumber : Detik.com)

Komentar ditutup.