Konsorsium Lokal-Asing Bangun Smelter di NTT Rp 650 Miliar

Jakarta – Konsorsium yang terdiri dari sejumlah perusahaan lokal dan asing akan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) dengan investasi Rp 650 miliar di Nusa Tenggara Timur. Kesepakatan

Jakarta – Konsorsium yang terdiri dari sejumlah perusahaan lokal dan asing akan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) dengan investasi Rp 650 miliar di Nusa Tenggara Timur. Kesepakatan kerjasama (Memorandum of Agreement/MoA) konsorsium tersebut dengan pemerintah daerah pun ditandatangani hari ini.

Berdasarkan keterangan pers Departemen ESDM, Rabu (5/8/2009), konsorsium tersebut merupakan gabungan beberapa perusahaan lokal dan asing yang terdiri dari PT AGB Mining, PT Pusaka Pertambangan Mina, PT Berkah Kencana Sakti, CV Jasindo Utama dan J.S.K. International Co. Ltd dari Korea Selatan.

Rencana investasi meliputi penambangan, membangun pabrik pembersihan dan pemilahan di beberapa kabupaten dengan kapasitas masing-masing sekitar 1.000 ton/bulan. Selain itu juga mencakup pembangunan pabrik pengolahan dengan kapasitas terpasang sekitar 60.000 ton/tahun.

Konsorsium ini mengaku tertarik berinvestasi di Provinsi NTT karena potensi cadangan yang sangat besar, dengan kualitas yang merupakan salah satu terbaik di dunia.

“Dari sisi permintaan logam mangan saat ini meningkat antara lain dari Korea Selatan, Jepang, China dll, serta untuk memenuhi konsumsi industri baja di dalam negeri, yang mana Indonesia selama ini masih mengekspor dalam bentuk raw material dan mengimpor kembali dalam bentuk produk jadi, dengan selisih harga yang sangat tinggi,” demikian isi siaran pers tersebut.

Produk unggulan yang bernilai tambah yang akan dihasilkan antara lain Ferro Manganese, Silicon Manganese, Ferro Nickel Chrome dll. Produk tersebut dapat digunakan untuk tujuan metalurgi seperti produksi besi baja dan logam campuran aluminium, sedangkan untuk tujuan non-metalurgi, logam mangan digunakan secara luas untuk produksi baterai, kimia, dan keramik.

Adapun pola kerja yang akan diterapkan dengan prinsip keterbukaan dan keberpihakan kepada masyarakat, seperti logam mangan yang ada di permukaan lahan di wilayah IUP Perusahaan akan sepenuhnya diberikan keleluasaan kepada masyarakat setempat untuk mengambil dan hasilnya dapat dijual kepada perusahaan atau pihak lain dengan harga pasar.

(Sumber : Detik Online)

Komentar ditutup.