Waspadai Pengalihan Ekspor Baja China Dari Eropa

JAKARTA: Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah akan mewaspadai terjadinya pengalihan ekspor besi dan baja China menyusul dikenakannya Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) produk tersebut oleh Uni Eropa.

JAKARTA: Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah akan mewaspadai terjadinya pengalihan ekspor besi dan baja China menyusul dikenakannya Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) produk tersebut oleh Uni Eropa.

“Kita pasti waspadalah,” kata Mendag usai menghadiri pembacaan Pidato Pengantar RAPBN 2010 dan Nota Keuangan oleh Presiden SBY di depan Rapat Paripurna Luar Biasa DPR-RI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, impor besi dan baja sudah diatur dengan ketat sehingga diharapkan tidak terjadi impor ilegal yang membahayakan industri lokal.

“Kalau (impor) besi dan baja kan kita sudah ada aturan verifikasi impor, sudah kita jaga dengan ketat, semoga tidak terjadi dumping ataupun impor yang tidak resmi,”ujarnya.

Sebelumnya, Uni Eropa mengumumkan pengenaan BMAD atas produk besi dan baja dari China mulai Oktober 2009. Pengenaan BMAD ditetapkan berkisar antara 17,7 persen hingga lebih dari 30 %.

Tingginya BM yang harus dibayar pengusaha China untuk ekspor ke UE itu dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadinya pengalihan ekspor dari UE ke Indonesia sebagai pasar potensial.

Sementara itu, Indonesia akan menerapkan safeguard atas impor paku dan kawat dalam waktu dekat. “Belum keluar peraturan Menteri Keuangannya, masih di Depkeu,”ujarnya.

(Sumber: Investor Daily Indonesia)

***

Komentar ditutup.